Langsung ke isi

Malam

16 Februari 2012

Aku benci malam

Malam selalu menyeret ke dasar keputusasaaan rasa kesepian, mengingatkan gersang kehidupan yang coba kulupakan

 

Terang sinar bintang menembus dasar lautan terdalam, lubuk hatiku tetap gulita

Lembut angin malam membuai ke peraduan, tapi hanya dingin yang menusuk tulang

Sekedar rembulan, teduh menemani sendu langkah pengembaraan yang tak tentu arah

 

“Di malam yang dingin dan gelap sepi, benakku melayang pada kisah kita

Terlalu manis untuk dilupakan, walau kita memang tak saling cinta, takkan terjadi – Slank”

From → Ga puguh

Satu komentar
  1. Hmmmm kayaknya mirip seperti posting-an saya yang ini. :D
    Saya lebih suka suasana subuh ketimbang senja, karena ketika subuh, itu tanda bahwa peralihan dari gelap ke terang, hari baru menjelang, keterbukaan nurani. :oops:

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.