Malam
Aku benci malam
Malam selalu menyeret ke dasar keputusasaaan rasa kesepian, mengingatkan gersang kehidupan yang coba kulupakan
Terang sinar bintang menembus dasar lautan terdalam, lubuk hatiku tetap gulita
Lembut angin malam membuai ke peraduan, tapi hanya dingin yang menusuk tulang
Sekedar rembulan, teduh menemani sendu langkah pengembaraan yang tak tentu arah
“Di malam yang dingin dan gelap sepi, benakku melayang pada kisah kita
Terlalu manis untuk dilupakan, walau kita memang tak saling cinta, takkan terjadi – Slank”
Hmmmm kayaknya mirip seperti posting-an saya yang ini.
Saya lebih suka suasana subuh ketimbang senja, karena ketika subuh, itu tanda bahwa peralihan dari gelap ke terang, hari baru menjelang, keterbukaan nurani.