esai bwat LOST

hoho, bwat LOST (ntah singkatan apa, yg jelas ky semacam TFT bwat kadersisasi brsama STEI 2008) sy teh diwajibin bqn esai, naah esaina bisa dibaca disini, klik aja tuh tombol more…

 

Mentor!

Alkisah, Ulysses pergi berjuang semasa Perang Trojan pada zaman Yunani. Ketika hendak pergi, beliau mengarahkan sahabat karibnya yang bernama Mentor supaya menjaga anak remajanya bernama Telemachus. Mentor menjaga Telemachus dengan begitu teliti. Beliau membimbing dan melatih Telemachus hingga menjadi remaja perkasa. Dari kisah tersebutlah berkembang pengertian kekinian mentor sebagai sosok pembimbing dan penjaga.

Dalam transformasinya dari seorang siswa SMU menjadi mahasiswa, adalah mustahil seseorang mampu menjalaninya dengan baik tanpa bimbingan. Dibutuhkan seorang mentor yang akan membimbing dan melatih para mahasiswa baru hingga menjadi mahasiswa yang bekarakter dan menyadari peran, fungsi, dan posisinya sebagai mahasiswa. Karena itulah, sosok mentor menjadi komponen yang nyaris selalu ada dalam berbagai kegiatan kaderisasi mahasiswa. Termasuk, di kaderisasi bersama STEI 2008.

Pada organisasi kemahasiswaan, proses kaderisasi bertujuan untuk membentuk kader baru yang memiliki kualifikasi yang diharapkan, sesuai dengan kebutuhan organisasi. Dalam proses pembentukan kader baru tersebutlah mentor berperan membantu mengarahkan calon kader agar hasil dari proses kaderisasi dapat sesuai dengan yang diharapkan. Sesuai dengan perannya tersebut, tentunya seorang mentor harus memiliki beberapa kompetensi. Diantara, memiliki pengetahuan dasar tentang kemahasiswaan, dan memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang baik.

Pengetahuan tentang kemahasiswaan, seperti tentang peran-fungsi-posisi (PFP) mahasiswa jelas dibutuhkan. Peserta kaderisasi tidak akan menjadi aktivis kemahasiswaan (di bidang kemahasiswaan mana pun yang akan ditekuninya, baik keprofesian, sosial politik, kesenian, religius, olahraga, dll) jika ia tidak memiliki pengetahuan mengenai PFP mahasiswa tersebut. Adalah peran mentor untuk menyampaikan pengetahuan tersebut dengan derau dan interferensi serendah mungkin kepada para calon kader.

Selain itu, kemampuan komunikasi interpersonal yang baik pun diperlukan seorang mentor. Bahkan, seyogianya seorang mentor harus mampu berperan sebagai kakak bagi para calon kader. Karena, seorang mentor pun harus membimbing calon kader agar menjadi mahasiswa yang berkarakter positif. Hal ini akan jauh lebih mudah dilakukan, apabila terdapat keterikatan hati antara mentor dan calon kader yang dimentornya.

Namun, seorang mentor tidak perlu terlalu khawatir tidak akan mampu menjalankan perannya seandainya ia tidak menguasai dua hal tersebut dengan baik. Karena, dengan menjadi mentor, justru ia akan mempelajari dua hal tersebut dengan lebih baik. Seorang mentor, justru harus merasa khawatir, jika ia kekurangan dua hal krusial fundamental yang harus ada pada seorang mentor: ikhlas dan integritas.

Setiap amalan bergantung pada niatnya. Sebagai manusia beragama, aku percaya mentoring yang dilakukan secara tidak ikhlas, hanya akan memberatkan sang mentor dan proses mentoringnya tidak dimudahkan oleh 4JJ1 swt. Boleh jadi, mentor yang tidak ikhlas sebenarnya hanya sedang membuang-buang waktunya saja.

Aku bukan penganut paham satu tindakan mengalahkan seribu ucapan, toh fitnah saja lebih kejam daripada pembunuhan – keluar topik dulu sebentar, lagipula sebenarnya berucap kan merupakan hiponim dari bertindak- namun, melihat adalah mempercayai. Mentor yang tidak melakukan apa yang ia katakan/ajarkan pada para calon kader, hanay akan memberikan pengaruh dalam kadar jauh lebih kecil terhadap peserta kaderisasi dibandingkan dengan mentor yang berintegritas. Mentor tanpa integritas tidak akan mampu menghasilkan kader mahasiswa yang berkarakter positif dan aktif.

***

Salah satu hal yang paling kutakuti adalah jika seumur hidupku, aku tidak pernah berbuat suatu hal apa pun yang membuat dunia ini lebih baik. Bagiku, menjadi mentor kaderisasi bersama merupakan kesempatan untuk menjadikan dunia ini lebih baik. Insya 4JJ1 aku ikhlas.

Aku juga ingin mencoba mendekati sifat-sifat mentor ideal seperti yang telah kudeskripsikan sendiri. Untuk menumbuhkan integritasku.

Teringat pada orasi danlap OSKM dulu yang mirip dengan sajak Rendra:

Kesadaran adalah matahari

Kesabaran adalah bumi

Keberanian menjadi cakrawala

Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata

***

Riza Saputra

Bandung 080208

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s