Sms lebaran yang mengganggu

Di Indonesia, beberapa hari yang lalu baru saja terjadi suatu peristiwa besar, yaitu hari lebaran. Lebaran, juga dikenal sebagai idul fitri, adalah hari raya yang diperingati oleh kaum muslimin setiap tanggal 1 syawal pada penanggalan hijriah. Seiring berkembangnya teknologi, banyak masyarakat Indonesia memperingati hari lebaran ini dengan mengirimkan text message (baca dalam bahasa orang awam: sms) via telepon selular. Beberapa mengirimkan pesan memanfaatkan instant messenger seperti Yahoo Messenger (YM). Tahun ini, saia menerima sekitar 40 lebih sms yang terkait hari lebaran ini, sedangkan pesan dari YM tidak saya hitung. Ketika iseng-iseng merenungkan setiap sms yang saia terima, lama-lama ada beberapa hal yang mengganggu pikiran saya.

1. Kalimat “mohon maaf lahir dan batin”

Sepintas tidakada yang salah dari kalimat ini. Tapi-tapi lama-lama saia berpikir begini. Mohon maaf lahir dan batin. Berarti, ada mohon maaf lahir dan ada mohon maaf batin. Nah, saia mulai bingung, apa bedanya maaf lahir dan maaf batin?? Apakah keduanya diperlukan? Saia lalu memulai dengan membandingkan sifat dari kata “lahir” dan kata “batin”. “Lahir”, artinya sesuatu yang sifatnya dapat dirasakan oleh panca indera. “Batin”, adalah sesuatu yang dirasakan bukan oleh panca indera. Dan, berdasarkan hasil diskusi dengan beberapa teman, diperoleh kesimpulan bahwa, maaf lahir adalah maaf untuk kesalahan-kesalahan yang sifatnya fisik dan menyakiti panca indera objek penderita, misalnya akibat menonjok, menendang, meludahi, dll. Sedangkan maaf batin adalah maaf untuk kesalahan-kesalahan yang sifatnya non-fisik dan menyakiti otak/perasaan objek penderita, misalnya akibat menghina, melecehkan, membodohi, dll.

Baiklah, masalah makna dan perbedaan maaf lahir dan maaf batin selesai. Selanjutnya, apa iya kita perlu mohon maaf lahir dan batin? Terhadap sebagian orang, jelas jawabannya adalah ya. Tapi terhadap sebagian yang lain, kenapa juga kita perlu minta maaf lahir? Contohnya begini, sebelum Ramadhan, saya sudah saling maaf-maafan dengan seseorang, misal sebut saja dengan si A. Nah tapi kemarin pas lebaran, si A kembali mengsms saya menyatakan mohon maaf lahir-batin. Padahal, dari sejak munggahan ramadhan sampai hari-H lebaran, saya tidak pernah bertemu si A. Lalu untuk apa dia memohon maaf lahir?? Saya pun jadi bingung sendiri, bagaimana caranya saya memaafkan dia, karena kesalahan-kesalahan lahirnya sudah saya hapuskan sejak sebelum Ramadhan, dan selama Ramadhan dy tidak membuat kesalahan lahir baru karena bertemu pun tidak? Dan orang-orang seperti si A yang mengsms (atau mengirim message via Messenger) mohon maaf lahir batin padahal tidak ada salah lahir (dan beberapa bahkan tidak ada salah batin) karena sejak maaf-maafan terakhir tidak pernah berinteraksi, bahkan tidak pernah bertemu itu, ada banyak!

Semakin saya berpikir, saya semakin bingung dan pusing. Lama-lama kebingungan saya berkembang menjadi, “Apakah saya layak pusing karena memikirkan bagaimana caranya memberi maaf lahir ke orang yang tidak punya salah lahir?” Kemudian pemikiran saya semakin mendalam, kebingungan saya pun meningkat menjadi, “Ngapain gw pusing mikirin gw layak pusing atw ngga?? Apa saya teh super kritis, apa saya teh manusia ga berguna kurang kerjaan, apa emang bener orang lain yang pada ngaco minta maaf aja pada lebay pantesan Indonesia ga maju-maju, apa apaan?” Dan akhirnya saya memutuskan untuk berhenti berpikir. Tapi itu malah memunculkan kebingungan baru dalam diri saya, “Kalau berpikir itu membuat pusing, lalu kenapa ya manusia dianugerahi kemampuan berpikir?” AARRGG, kenapa pengen berhenti bingung aja susah banget… Jangan-jangan sebenernya kata-kata “Anda berpikir maka Anda hidup” tu adalah kalimat desperate dari orang yang udah menyadari bahwa hidup itu tidak bisa dilepaskan dari bingung dan pusing…

2. Kalimat “Minal aidin wal faidzin”

Banyak sekali pesan via sms/YM yang sampai ke saya tahun ini mencantumkan kata-kata “minal aidin wal faidzin”. Pada pesan-pesan yang beredar tersebut, biasanya kata-kata “minal aidin wal faidzin” tersebut bergandengan dengan kata-kata “mohon maaf lahir-batin” (yang membuat saya pusing). Terdorong rasa iseng, saya melakukan sampling acak terhadap orang-orang yang menulis “minal aidin wal faidzin”. Saya mengirim pesan kepada beberapa orang yang menuliskan “minal aidin wal faidzin” untuk menanyakan apa artinya “minal aidin wal faidzin”, atau sekedar menyatakan bahwa saya tidak tahu apa artinya “minal aidin wal faidzin”. Yang mengejutkan saia, dari semua sampel orang yang saia kirim pesan, tidak ada yang tahu apa artinya “minal aidin wal faidzin”!!!

Ada yang bilang “minal aidin wal faidzin” artinya sama dengan “mohon maaf lahir batin”. Padahal. “Minal aidin wal faidzin” itu artinya kira-kira adalah “dari golongan yang kembali dan golongan yang menang“, tanpa embel-embel kata “semoga”. Yah, tapi kalau dalam tataran makna, saya rasa arti ini boleh diberi embel-embel kata “semoga” di awal kalimat.

Kembali ke bahasan awal. Gokil. Jangan-jangan sangat banyak orang yang menuliskan sesuatu yang mereka tidak tahu artinya. Apa orang-orang itu tidak takut, bagaimana seandainya “minal aidin wal faidzin” itu adalah kata-kata makian??? Saia jadi takut, jangan-jangan banyak orang Indonesia punya kebiasaan: latah, ingin sok intelek padahal pengetahuannya dangkal, dan tidak suka mengecek kebenaran suatu informasi.

3. Kata “fitri”

Ada dua sms lebaran dari dua orang berbeda yang sampai ke saia dan menggunakan kata “fitri”. Yang satu menulis begini: “Semoga kita kembali ke kefitrian”. Yang satu lagi menulis: “Semoga kita kembali ke fitri”. Dongdongdong. Jadi, fitri itu apa?? Apakah fitri adalah suatu kata sifat, nama tempat, atau nama teman SD saia? Untungnya, beberapa hari yang lalu saya menemukan artikel yang membahas hal ini. Ternyata, fitri, bukanlah kata sifat yang berarti suci or whatever, apalagi suatu nama tempat, ngaco beut. Fitri, artinya ternyata adalah berbuka (kata benda). Ingin tahu lebih jauh, silakan baca ini.

4. Aku merasa di-spam!!

Satu hal terakhir yang rada-rada mengganggu saya adalah, somehow saia merasa di-spam oleh sms-sms dan pesan-pesan YM yang saya terima. Terasa betul bahwa hampir semua sms yang sampai ke saia adalah sms yang dikirim dengan metode multicast, alias send-to-many-but-not-all. Somehow, saia ko rasanya jauh lebi suka ke mereka yang pasang pengumuman “Maafin aku yaa” di berbagai media, misalnya di milis, di blog masing-masing, di status YM, di buletin FS, atw dimana lah, daripada ke mereka yang ngirim sms secara multicast. Mereka yang masang pengumuman di tempat-tempat umum seperti milis, blog, dll ini at least tidak menuh-menuhin inbox hape saia.

Entahlah, tapi saia ngerasa feeling minta maafnya ilang kalo minta maaf pake sms yang dimulticast, rasanya kaya ga serius minta maaf teh. That’s why dari tahun kemarin saya kalau minta maaf lewat sms, saya mengetikkan satu-satu smsnya untuk masing-masing orang dengan isi sms berbeda-beda disesuaikan dengan target penerima sms, supaya setiap orang yang menerima sms saya merasa spesial dan tahu bahwa saya meminta maaf dengan sungguh-sungguh (terlepas dari gaya sms ny yang mungkin seperti bercanda). Kalau mengirim sms dengan isi berbeda-beda seperti yang saya lakukan dirasa terlalu merepotkan, ya silakan saja kirim sms dengan content minta maaf yang sama secara multicast, tapi setidaknya di setiap content sms cantumkan kek header semisal: untuk xxxx (pihak dimohon maaf), supaya pesan yang diterima tetap terasa spesial dan bukan spam.

Wuahahaha, udah panjang juga.. Baiklah, karena ketika saia Preview this Post sepertinya tulisan ini sudah sangat panjang dan kalau dilirik nampak bikin males juga bacanya, saia sudahi postingan ini sampe disini.. Kalo ada salah mah CMIIW we lah, nuhun… ^_^

12 thoughts on “Sms lebaran yang mengganggu

  1. haha..sepakat dengan poin nomer 4..
    lebih spesial lagi kalo kita tukeran kartu lebaran..
    walopun dah dianggep ga musim..
    hihi ;))
    tapi itu krasa loh spesialnya..
    pak tuker link yu pak..😀

  2. Gyaa, jadi dibahas…

    Maaf deh, kak..SMS saya jd bikin penuh inbox
    Tp, saya ngirimnya ga multicast kok..🙂

    Hohoho…taktik yang bagus dlm mmbalas sms lebaran, saya jd merasa spesial😀

  3. memang susah juga ya
    saya aja agak repot ketemu orang, kecuali yang udah ngerti
    akhirnya ya ikut2an minal aidin juga

    tapi saat ini mendingan dulu orang cuma kenal minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir batin
    sekarang sudah banyak yang mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum

  4. @zuhair: aamiin
    @ibnu: hehe, ga ada kerjaan siy, akhirnya malah mikir kejauhan ga karuan..
    @giri: euy mana katanya tukeran link, linkmu dah kupasang, d blog situ belum ada link ksini -_-
    @handoko: katanya taun ini sbenernya pas lebaran trafik telpon lebi tinggi dr sms lo
    @kiki: hehe, yea sms km memang sgt terasa tidak dimulticast, terimakasi
    @day: hehe, lengkap kali.. met lebaran jg🙂
    @irfan: yaah, padahal klo ada yg bilang minal aidin qt kasi penjelasan aja, insy4JJ1 orangny bakal ngerti ko
    @ardianto: walo susah klo niat mah pasti bisa ko🙂

  5. iya sih kak…setuju..kalo sms multicast memang kurang dapet feelnya…tapi..kalo saya kmaren setengah2..hoho…jadi ada yang bener2 ditulis satu2, buat orang2 tertentu…ada juga yang multicast..jadi,,sebenernya yang multicast ada manfaatnya juga kok kak,,,untuk mempererat silaturrahim aja..biar gk keputus…soalnya..kalo mo minta maap beneran juga…orang gk pernah komunikasi,,,apalagi ketemu…jadi diasumsikan gk ada salah…hehe..jadi daripada gk sms apa2…ya sekedar multicast kan gpp…lagian ada orang yang malah seneng dpt sms banyak2 kok kak…^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s