Menggenggam Dunia di Era Konvergensi

Raut wajah pemuda itu serius memperhatikan tampilan yang muncul di layar ponselnya. Jari-jarinya lincah menari-nari di atas keypad ponselnya, sebuah iphone tipe terbaru. Sesaat kemudian ia berkata, “Oke semua beres, hotel sudah dipesan, cuaca hari ini pun diperkirakan akan tetap cerah, sip balik main game dulu”. Pemuda disebelahnya yang menghadapi kemudi bertanya, “Nanti kita bisa makan di mana di perjalanan?” Pemuda lain yang duduk di belakang, kemudian memperhatikan layar ponselnya dan menimpali, “Hmm, di rute yang kita tuju nanti akan ada restoran besar di sisi kanan jalan, di sana saja”.

Telekomunikasi seluler saat ini telah memulai suatu era baru yang ditandai dengan munculnya teknologi 3G. Teknologi 3G, disambung 3,5G atau HSDPA, mampu menyediakan akses internet yang cepat dan handal bagi pengguna layanan telekomunikasi mobile. Hal ini memicu terjadinya konvergensi telekomunikasi seluler dengan dunia IT. Konvergensi ini memungkinkan seseorang mengakses Internet di mana pun dan kapan pun selama ada jaringan seluler. Dunia pun seolah berada dalam genggaman. Pada contoh tadi, terlihat bagaimana hanya dengan sebuah ponsel di tangan, seseorang dapat melakukan berbagai hal seperti: mencari informasi, melakukan transaksi keuangan, mendapatkan hiburan, dan mencari lokasi.

Pengguna layanan telekomunikasi seluler dapat mencari berbagai informasi yang mereka butuhkan. Informasi berupa berita terbaru, ramalan cuaca, atau keterangan mengenai suatu tempat atau kegiatan banyak tersedia di Internet. Pengguna dapat memanfaatkan browser pada perangkat mobile atau dengan menggunakan fasilitas search engine untuk mendapatkan informasi yang dicari. Sehingga, pengguna seluler tidak perlu khawatir akan ketinggalan berita terkini.

Kemudahan lain yang ditawarkan konvergensi seluler dengan IT adalah dalam hal bertransaksi. Internet memungkinkan kegiatan pengecekan saldo, transfer rekening, dan berbagai layanan perbankan lainnya dapat dilakukan tanpa perlu pergi ke bank. Berbagai jenis transaksi seperti memesan hotel dan membeli buku dapat dilakukan secara online. Bahkan, transaksi bisnis perusahaan pun dapat dilakukan via Internet. Dengan konvergensi teknologi IT dan seluler, semua hal tersebut dapat dilakukan dari ponsel. Namun, dalam mewujudkan hal ini, diperlukan aplikasi payment gateway yang handal untuk menjamin keamanan data yang dipertukarkan.

Aspek hiburan merupakan salah satu aspek konvergensi teknologi yang paling menarik bagi pengguna seluler. Streaming audio/video membuat berbagai lagu/video dapat dinikmati langsung dari ponsel. Jika tidak ingin melakukan streaming, file audio/video tersebut dapat diunduh ke telepon seluler untuk dinikmati lain kali. Tentunya hal ini harus memperhatikan aspek legalitas seperti hak cipta karya digital. Games interaktif merupakan alternatif bentuk hiburan lain yang dapat dinikmati pengguna seluler. Berbagai permainan online di Internet dapat menjadi pelepas penat yang menyenangkan bagi kaum pengguna seluler.

Pengguna seluler pun semakin dimanjakan dengan adanya layanan-berbasis-lokasi seperti GPS. Apalagi, kini telah ada berbagai aplikasi pendukung layanan-berbasis-lokasi di Internet, misalnya Google Map. Layanan ini dapat membantu pengguna menemukan arah, rute perjalanan, atau restoran terdekat pada jalur yang dilalui. Bepergian pun menjadi semakin mudah. Selain itu, layanan ini pun dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain, misalnya tracking pengiriman barang.

Dapat disimpulkan, konvergensi teknologi telekomunikasi seluler dan IT dapat memberi banyak sekali manfaat bagi kehidupan masyarakat. Namun, untuk mewujudkannya, diperlukan sinergi yang baik antara pemerintah, penyedia teknologi, penyedia layanan, dan masyarakat agar konvergensi seluler dan IT dapat dimaksimalkan. Hal lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah kesiapan masyarakat sendiri dalam menyambut hadirnya era konvergensi ini. Hal ini terkait daya beli masyarakat dan tingkat kebutuhan masyarakat akan hadirnya Internet di kehidupan sehari-hari. Berdasarkan data dari Nokia Siemens Network, diprediksikan penetrasi pengguna telepon seluler akan mencapai 81% dari total seluruh penduduk pada tahun 2012, sementara pengguna Internet diprediksikan hanya akan mencapai 28% pada tahun yang sama. Siapkah masyarakat Indonesia menggenggam dunia?

3 thoughts on “Menggenggam Dunia di Era Konvergensi

  1. pendapat yang aneh. teknologi dibuat untuk memudahkan, so, mestinya teknologi itu meningkatkan produktivitas bukan kemalasan. klo setelah dimudahkan malah jadi males dan bukannya semangat, itu mah kamunya aja kali nar, hehehe, piss :p

  2. eh, pernah ngeliat doraemon the movie : Nobita di Negeri Kaleng ga?
    Teknologi yg dibuat emg mmudahkan, tpi skligus bikin org males karena hidupnya udh serba mudah.
    Film anak kecil sie, tpi buat aq dlm bgt tuh maknanya terkait ma teknologi.
    Wah, kmu menginspirasi. Kapan”aQ mw tulis topik ini juga ah d blogQ😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s