Persimpangan

Rasanya seperti berada di tengah-tengah persimpangan.

Haruskah ke kiri, mencari-cari lowongan pekerjaan di luar negeri, mengadu hoki, dengan bekal pengalaman dan nilai masa sekolah yang pas-pasan, dan belum tentu diterima, dan belum tentu kondisinya lebih baik dari sekarang?

Haruskah ke depan, mengejar impian terjun di dunia sepakbola, mulai mengikuti kursus kepelatihan, berjudi dengan nasib, mengejar kesuksesan yang tak pasti, melalui pekerjaan yang seringkali diragukan oleh mereka yang selalu mengaku realistis?

Haruskah ke kanan, meminta pindah bagian ke mengurusi daerah tertinggal, memenuhi panggilan hati, dengan beban kerja yang mungkin tak seimbang dengan balasan materi, dan belum tentu pula dipindahkan ke bagian itu?

Atau haruskah ke belakang, ke jalan yang paling aman dan pasti, menapak selangkah demi selangkah, tanpa gairah, hingga batas perjalanan, dan lalu, mungkin kembali ke titik nol, mungkin menemukan jalan baru?

Dan.

Kapan harus bergerak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s