Paradoks Kerja Cerdas

Saya pernah baca. Berbagai penemuan yang membuat dunia ini lebih baik itu sebetulnya didorong oleh rasa malas. Karena manusia malas mengerjakan ini – itu, mereka membuat ini – itu. Contohnya, karena manusia malas berjalan kaki jauh-jauh, diciptakanlah alat transportasi. Sekarang, yang begitu itu disebut kerja cerdas. Jadi, bekerja cerdas adalah bekerja dengan inovasi, dengan membuat/melakukan persiapan-persiapan sehingga suatu tugas dapat diselesaikan dengan lebih mudah dan lebih cepat tanpa perlu bekerja keras.

Saya sendiri ngerasain, enaknya kerja cerdas. Sekarang saya lagi membenahi ribuan data di dalam database. Ngebenerin data satu per satu jelas cape dan makan waktu. Dengan saya buat beberapa function/procedure misalnya, kerjaan jadi jauh lebih cepet dan gampang. Masalahnya, bikin function/procedure itu sendiri sangat males. Karena harus mikir. Beda banget sama kerja keras. Nah. Bingung ga sih. Kerja cerdas itu terjadi karena didorong rasa males. Tapi untuk melakukan kerja cerdas itu sendiri pun suatu hal yang memaleskan. Gimana dong? Ah, mungkin emang saya aja yang pada dasarnya super pemalas…

3 thoughts on “Paradoks Kerja Cerdas

  1. Tidak ada org cerdas yg malas! sampai kapan pun! percaya aj deh. Orang cerdas yg membuat org lain semakin malas, dia nya kaga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s