Relieve Me

Exactly two months tonight. I still live under shadow, hoping in the past. Refusing reality. Running away, but pain is anywhere. Even so, I know you’ll come to reap the thirst, to wash the pain, someday. Someday, someday, we’ll be together! It’s just… Who are you?

4 thoughts on “Relieve Me

  1. According to Kamus 2.04, relieve has several meaning, such as kkt. 1 membebas(tugas)kan (s.o. of his job). 2 mengurangi (pain). 3 mengganti (the guard). 4 Sl.: mencopet, mencopot , merampas (s.o. of his wallet). 5 menghilangkan. 6 meringankan (a burden).

    Which one of you?

    Well, I couldn’t meddle to your personal affair, but GANBATTE ne!

    I think you are too modest. Your blog is also great. But thanks for the visit to my place. ^_^

  2. @Yuki
    Hahaha, it’s so rare seeing somebody bother to comment on a I-consider-it-vague post. In fact, it made me curious and searched about who you are, I got your education background, but no luck in finding your facebook profile, however I’ve got a bit guess about your persona😛

    Well, I mean the 2nd, or the 6th. Thanks for the support, and hmm, why do you think I am too modest?😀

    My blog is messy, and it’s not regularly updated, yours are the great one, it seems well organized and regularly updated🙂

  3. Yeah, you nailed me. I indeed don’t have any facebook account (yet), even though lot of mouths tell me that I should make one. You are correct for the second time that I am a very rare species. Don’t worry, I come with peace mission from my planet ::slap the cheek to stop daydreaming:::

    You are modest because you flatter my blog, even though you also have a nice and neat blog. I think it will be okay if you didn’t update it regularly. You might have a reason, like researching it first, comprehend the topic and write it heartily. Yay!

    Speaking of which, thank you for commenting to my post. You know, my blog is focused in dentistry and other medical issues. It is actually not very interesting for most of peoples. Who care about Scardovia wiggsiae, Shiga toxin-producing Escherichia coli, or atomic structure in material? Well, frankly speaking, dentistry is not just about pulling out your teeth or fill it with restoration material. Let’s change to Bahasa Indonesia.
    :::Indonesian mode ON. Now activating…:::
    :::…downloading language interface…:::
    :::…synchronizing…:::
    :::You’re successfully change your language to Indonesian:::
    Yay! Akhirnya bisa ngomong bahasa Indonesia. Jadi, kedokteran gigi itu sebenarnya luas, saya sebutkan beberapa ya, ada kesehatan gigi anak (pertumbuhan dan perkembangan gigi anak dihubungkan dengan pertumbuhan dan perkembangan pada umumnya), kesehatan gigi masyarakat (penyuluhan pas KKN mahasiswa, skrining ke SD atau SMP), kedokteran gigi dasar (termasuk pelajaran anatomi, histologi, fisiologi), penyakit mulut (dari bau mulut, sariawan, herpes, sampai kanker mulut), ortodonsi (itu yang kerjanya ngawat gigi biar rapi supaya dilirik sama anak-anak perempuan yang manis), perio (jaringan penyangga gigi), dan masih banyak lagi. Hahaha! Saya jadi kebawa suasana mau membicarakan SKS-nya.

    Menurut hemat saya, bicara itu termasuk lingkup kedokteran gigi juga, soalnya kemampuan linguistik ada hubungannya sama faktor fisik (susunan gigi geligi, lidah, otot rahang, bentuk langit-langit). Juga faktor lingkungan (misalnya bahasa apa yang dominan dipakai,kapan dikenalkan dengan bahasa dan seterusnya).

    Iya, saya juga merasa terjemahan saya masih jauh dari nyaman dibaca. Sebenarnya lebih enak baca bahasa Inggrisnya langsung, lebih mudeng, tapi menulisnya kembali ke bahasa Indonesia adalah tantangan tersendiri. Sekarang saya mau coba jawab pertanyaannya:
    1. Tempat binaan: itu aslinya dari kata foster care. Harusnya ditulis foster care aja kali ya, soalnya kalau di Indonesia belum ada tempat seperti itu. Kan jarang diberitakan ada orang tua yang mengadopsi anak-anak dari luar negeri. Disini mah keluarga berekstensi ke samping tanpa harus memikirkan risiko ledakan penduduk.
    2. Kalau sebelum 2 taun dijejali diajari 3 bahasa skaligus, misalnya, kecepatan belajarnya ngaruh ga ya. Jawabnya enggak. Justru usia segitu adalah golden age-nya anak-anak. jadi, nanti kalau punya anak, ajarilah tutur kata yang sopan dan dirangsang terus bahasanya. Cuma…kalau misalnya bahasa itu jarang atau tidak digunakan, maka anak-anak akan cepat lupa, belajar bahasa itu seperti pakai baju. Harus dilakukan terus menerus. Kita nggak pernah mikir mau masukin lengan kemana, masukin kanding kemana karena udah biasa. Bahasa juga seharusnya gitu. (Pssst…saya nulisnya campur-campur karena itu buat latihan bahasa saya loh. Soalnya bahasa Inggris saya ancuuurrr macam bubur).
    3. Makin cepet bisa ngomong, ngaruh kah ke makin cepet bisa nulis (tau sendiri bahasa inggris mah aneh nulisnya gimana bacanya gimana). Jawabannya ini mirip sama jawaban no 2. Kalau belajar bahasa itu audio, nah kalo nulis itu visual dan kinestetik. Sebaiknya punya tembok putih yang luas biar junior bisa corat-coret tembok sesukanya tanpa harus mengobrak-abrik sofa putih kesayangan. Tenang, bahasa Inggris itu menyenangkan ko. Coba bandingkan dengan bahasa Rusia, Tajikistan (semuanya konsonan), Prancis ataupun Jerman. Hah! Kalau mau tulisan sama dengan cara bacanya: coba bahasa Jepang dan bahasa Jawa (kesulitannya adalah pada bahasa tulisnya). Hah lagi! Tulisan dan bacanya beda: coba bahasa China
    4. otak anak 22 bulan sm 24 bulan bedanya apanya ya? Kalau dari volume kayaknya sama, tapi sampai usia 2 tahun, rangsangan audio, visual dan kinestetik sangat berperan pada perkembangan anak. Saya bukan ahlinya siy. nanti kalo ada topik tentang ini, saya coba share ya.
    5. kok label postny dentistry, emg dentistry itu mencakup apaan aja?😀. Ini udah dijawab di atas ya.

    Terus tentang komentar Bloody Monday. Hmm, manganya lebih seru dari doramanya. Tapi Falcon memang keren. Iya sudah ada season keduanya. Tapi yang kedua ini belum nonton. Hacker Indonesia katanya termasuk yang top ya di dunia. Banyak yang jebolan ITB juga kan? Hahaha! Death Note? Wah, baca manganya bikin depresi, frustasi, geregetan, mengguncang iman dan logika (sorry, I exaggerate it a little bit). Nggak heran, ada seorang teman saya yang malah tergila-gila sama Kira.

    Baiklah, sepertinya komentarnya segini saja. Makasih ya, udah mampir ke blog saya.

    Terus…

    Eia, Za, pernah ngerjain PKM waktu kuliah dulu nggak?

    Semangat ya!

    • ahahahaha, nanaonan atuh km teh ngopi paste komen di blog mana postingan mana ksini, ga usah takut dan cemas sy baca kok komenmu d blogmu😛

      btw, I also suggest you made a social network site account, if you don’t want go with facebook, perhaps you could made a linked-in account then hehe. hmm, since you mentioned your own blog, I indeed have some thoughts about your blog, but I think I’ll write my comment on your post titled “FREE Local…“, I think there is more appropriate place to write my thoughts. and no, i don’t update my blog regularly simply because i feel lazy updating it, I even often feel lazy to open my blog😛

      emm, iya sih pernah pkm..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s