Etika Penggunaan Klakson

Bagi saya, jalan raya adalah salah satu tempat paling memancing emosi setiap hari. Di antara berbagai kejadian menyebalkan yang terjadi, salah satu hal yang paling mengganggu adalah cara orang-orang menggunakan klakson. Berikut ini beberapa kesalahan penggunaan klakson menurut saya yang lazim terjadi di Indonesia terutama Jakarta:

Klakson panjang untuk minta jalan untuk mendahului.
Kalau mau mendahului, ga perlu nglakson panjang dan marah. Cukup klakson singkat untuk menyadarkan pengemudi di depan bahwa ada mobil yang lebih cepat mau mendahului.

Klakson minta dikasih jalan untuk zigzag di jalan yang sempit/rame.
Please, kalau emang jalannya sempit cuma 1 – 1,5 lajur atau emang lagi rame mah yang tertib aja. Kalau masih maksain juga mau zigzag, pake skill sendiri aja jangan klakson-klakson. Kalo cupu ga punya skill, sabar aja. Kalau ga mau sabar, ke laut aja.

Klakson panjang padahal lampu masih merah mentang-mentang counter menunjukkan tinggal 3 detik sebelum lampu jadi ijo.
Sadar oi orang baru boleh jalan kalo lampu udah ijo. Kalau mau menyadarkan mobil/motor yang ada di antrean paling depan mah tunggu lampunya ijo 4 detik dulu minimal baru nglakson, itu juga nglaksonnya yang sopan.

Klakson panjang sebagai tanda frustrasi pada kemacetan yang hampir ga bergerak.
Ini salah satu yang paling menyebalkan. Lagi macet klakson-klakson. Percayalah, klakson itu ga ada pengaruhnya ke kemacetan selain bikin makin berisik, makin emosi, dan makin sulit terurai kemacetannya.

Terus, kalau ini ga boleh itu ga boleh, jadi apa gunanya klakson? Well, klakson berguna sebagai penanda/notifikasi alert untuk:

Menghindari tabrakan
Kita boleh, bahkan harus membunyikan klakson, kalau dari jauh keliatan ada orang dari jalur lain yang berlawanan masuk ke jalur kita, atau ada orang jalan/nyebrang di jalur kita, atau ada tikungan tajam yang kita ga bisa liat kendaraan yang datang dari setelah tikungan.

Kalau ada yang punya ide lain tentang etika/tata cara/dos and don’ts penggunaan klakson silakan dibagi juga. Yang jelas yuk sama-sama kita jadikan jalan raya lebih damai dan tentram dengan penggunaan klakson yang sesuai fungsi dan etika nya.

4 thoughts on “Etika Penggunaan Klakson

  1. kabarnya, di amerika serikat, tukang klakson sembarangan itu bisa ditembak oleh yg di-klakson. soalnya, disana klakson itu baru dipakai klo bener-bener mendesak eg: mau tabrakan beruntun.

  2. klakson itu sudah merupakan budaya nyetir di Indonesia. Klakson itu bukan symbol kita marah, tetapi symbol kita mewaspadai sesuatu di jalan, jadi klakson itu juga penting di jalan raya.

  3. Tapi klakson di Jakarta perlu banget soalnya banyak yang melawan arus, menyebrang sembarangan, angkutan umum berhenti sembarangan, udah klakson kenceng ajah masih suka dicuekin padahal buat segi keamanan sih, daripada tabrakan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s