Waspada Modus Baru Pencopetan di Angkot: Pijat Tradisional

Kejadian ini baru saya alami tadi siang, di dalam angkot jurusan 102 tujuan Meruyung. Ceritanya, saya naik di angkot yang kosong, dan duduk di pojok terjauh dari sopir, di sisi kursi yang lebih panjang. Di pasar Pondok Labu, naik 2 orang. Yang satu mengenakan pakaian hijau-hijau ala PNS, dan duduk tepat di depan saya, kita sebut dia sebagai monyet. Yang satu lagi, mengenakan kemeja putih tangan panjang, celana bahan, dan topi Honda Astra Motor, duduk di sebelah kanan saya, kita sebut dia sebagai kingkong. Selang beberapa meter, di depan kampus UPN Veteran, naik orang lain, kurus dan kucel, dan dia duduk di sebelah monyet sekaligus depan kingkong alias di seberang serong saya, kita sebut dia sebagai siamang.

Siamang ini lalu membagi-bagikan brosur tentang pijat refleksi tradisional. Monyet pura-pura tertarik dan bertanya-tanya tentang pengobatan ini ke siamang. Kingkong juga pura-pura tertarik, dan minta siamang untuk mempraktekkan pijatnya. Siamang lalu memijat kingkong. Monyet ingin dipijat juga, tapi kata siamang, sulit memijat kalau posisinya sebelahan, maka monyet meminta izin saya untuk bergeser. Dengan bodohnya saya bergeser, memberi tempat pada monyet, sehingga saya diapit monyet dan kingkong. Padahal kan kalau saya diam saja, monyet bisa saja duduk diantara saya dan kingkong, tapi tadi saya tidak berpikir apa-apa, saya mau tidak ribet dan nurut saja.

Siamang lalu memijat monyet. Setelah itu, siamang tiba-tiba menarik dan memijat tangan saya. Saya berontak dan marah dan menarik tangan saya. Tapi siamang lalu malah menarik kaki saya sambil memijat-mijat kaki saya dan mengatakan, “Coba dulu saja, gratis ini kok”. Saya jelas tidak mau, dan menarik kaki saya. Proses tarik menarik tangan dan kaki ini berlangsung singkat paling sekitar setengah menit. Besar kemungkinan, pada saat ini lah monyet mengambil handphone saya karena perhatian saya terarah sepenuhnya ke siamang. Siamang lalu menyerah, dan turun dari angkot.

Setelah siamang turun, monyet kembali duduk di tempat semula di depan saya, dan saya kembali bergeser duduk ke pojokan. Monyet dan kingkong lalu mengajak saya mengobrol tentang pengobatan tradisional, sehingga saya lengah tidak langsung memperhatikan saku. Tak lama kemudian, monyet turun. Beberapa meter kemudian, kingkong juga turun. Saya langsung merasa curiga karena tiga orang beruntun turun dalam tempat yang berdekatan, padahal tempat turun monyet dan kingkong bukan tempat yang biasa orang turun. Saya langsung mengecek saku, dan… TERLAMBAT. Handphone saya sudah raib.

Saya coba menelepon handphone saya dengan harapan handphone saya hanya terjatuh, awalnya masih tersambung, tapi tidak ada yang mengangkat. Pada percobaan ketiga, handphone saya sudah tidak bisa dihubungi. And there goes my Samsung Galaxy S2, which I bought with a lot of struggle, from waiting months for it to be released in Indonesia, to sleep on sidewalk the night before launching day😦

Anyway, semoga tulisan ini bisa menjadi pelajaran bagi yang lain. Selalu waspada jika ada orang yang tiba-tiba menyentuh Anda untuk alasan apa pun di angkot. Jangan bawa-bawa handphone di tempat yang mudah terjangkau seperti di saku atau di kantong di tas yang mudah diambil tanpa pengamanan. Dan selalu berdo’a agar terhindar dari musibah.

Dan mungkin satu lagi, jangan menggampangkan musibah orang lain. Sebenarnya pagi ini saya mendapat cerita bahwa tante saya terkena hipnotis di ATM, dan respon saya bukannya bersimpati malah menganggap tante saya melakukan kebodohan. Alhamdulillaah Allah SWT masih sayang pada saya dan langsung memberi ujian ini untuk mengingatkan saya. Wallahualam.

8 thoughts on “Waspada Modus Baru Pencopetan di Angkot: Pijat Tradisional

  1. Turut berduka.
    Jadi ingat waktu saya kecopetan di kopaja juga. Masukkin dompet ke dalam tas dalam kondisi buru2 sebelum naik kopaja. dan di dalam kopaja yg penuh sy malas simpan tas di depan badan. Gataunya setelahnya yg terjadi adalah dompet rain dan ada bekas sayatan di tas.
    Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua.
    Thanks atas sharenya.🙂

  2. Saya kalo naek angkot selalu pasang headset ato earphone,sekadar dengar lagu.ato cuma pura2 denger lagu.jadi ga bakal ada yang iseng2.mudah2an musibah ini jadi bahan renungan tuk bikin aplikasi mobile emergency tuk kondisi hp ilang atau dicopet.

    • wah bagus juga idenya utk masang earphone terus, ga kepikiran sebelumnya.

      btw, sebenernya sy udah pasang where’s my droid, mobile apps yg bisa ngedetek lokasi hp in case hp sy hilang/diambil, tapi si aplikasi ini harus ditrigger dengan sms untuk ngirim informasi lokasi dll ini ke saya, nah masalahnya sama yg ngambil hp ny langsung dimatiin, jadi nomornya ga bisa nerima sms dan aplikasinya ga ketrigger x_x

  3. Ping-balik: 2012, Look Back Don’t Stare « rizasaputra

  4. saya juga kena, baru tadi siang. untungnya saya langsung teriak EH!!! pas tangan saya ditarik2 dan bener aja, resleting tas saya udah kebuka setengah tapi untungnya belum sempat diambil hape saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s