Daftar Mimpi

Orang bilang, mimpi itu bunga tidur. Ada juga yang bilang, mimpi itu merupakan petunjuk. Dan ada yang bilang, mimpi adalah manifestasi pikiran alam bawah sadar kita. Anyway, apa pun mimpi itu sebenarnya, saya mau mencoba membuat daftar mimpi yang saya alami ketika tidur. Post ini akan diperbarui setiap saya mengalami mimpi baru dan tidak malas buka blog.

27 Desember 2012
Saya ada di dalam kereta. Dari penampakan sekeliling, seperitnya saya berada di Singapura. Somehow saya tau di kota saya ada peredaran narkoba merajalela. Jenis narkoba yang beredar adalah jenis baru, jenis yang sangat adiktif. Siapa saja yang berada di dekat orang yang tengah menggunakan narkoba tersebut akan ingin ikut mencicipi.

Di dalam kereta ada om Dian (dalam dunia nyata, almarhum, suami dari bibi saya). Lalu tiba-tiba saya melihat ia dibekap seseorang berkaos putih. Ia ditarik keluar, dan dibawa memasuki kereta lain. Saya mengikuti mereka. Di kereta lain, saya bertemu Alsasian Atmopawiro (dalam dunia nyata, bekerja di Singapura, di perusahaan pembuat chip, sudah lebih dari setahun tidak bertemu). Rupanya sekarang ia bekerja di FBI dan sedang melacak kasus peredaran narkoba ini. Kami bersama membuntuti mereka.

Pria berkaos putih turun dari kereta dan berjalan kaki. Tiba-tiba saya berada di daerah Sekeloa, Bandung. Pria berkaos putih lalu tiba-tiba hilang dari pandangan. Kami bingung. Kami mampir di sebuah warung untuk membeli deterjen (saya tidak tahu kenapa harus deterjen). Penjaga warungnya sangat galak. Sosoknya kurus, kulitnya putih, usia sekitar 50an, matanya sipit. Tapi ia lalu tiba-tiba menjadi ramah ketika tahu bahwa kami mau membeli barang. Kami melanjutkan berjalan kaki. Kami memperbincangkan pria berkaos putih yang hilang. Pria berkaos putih itu lalu tiba-tiba muncul dari belakang kami, berjalan mendahului kami, dan masuk ke sebuah rumah besar di sebelah kiri kami.

Kami kaget. Karena takut telah menemukan markas besar mafia narkoba, kami mencoba bersikap natural, dan mencoba berjalan kaki dengan santai menjauhi rumah tersebut. Baru berjalan beberapa langkah, kami dikejar pria berkaos putih yang berlari. Pria itu berkata, “Ayo masuk, bos mau ketemu kalian!”

Alsasian tiba-tiba berubah menjadi Ahmad Ridwan Tresna Nugraha (di dunia nyata, sedang S3 di Jepang, dan terakhir saya bertemu 6 tahun yang lalu).

Kami pun memasuki rumah besar tersebut. Kosong, tidak ada perabot apa pun, hanya ada karpet merah bermotif membentang, dan tangga di ujung ruangan. Si pria berkaos putih tidak ikut masuk. Tiba-tiba, dari belakang, muncul sosok yang disebut bos besar. Ternyata, ia adalah pemilik warung tempat kami membeli deterjen!

Kami diinterogasi, siapa kami, dan apa maksud kami. Tapi kami dibiarkan bebas, tidak terikat, dan tidak diberi penjagaan. Lalu, ia memberi kesempatan kami bertanya balik. Ahmad Ridwan bertanya, “Kenapa kamu melakukan semua ini?!” Ia tidak menjawab, hanya tersenyum sinis. Saya bertanya, “Kenapa kamu pede dan santai sekali detik ini?” Ia tidak menjawab. Ia lalu tiba-tiba berteriak, “Kalian berdua terlalu lembek dan tidak menantang! Sudah, pergi kalian berdua!”

Kami lalu dilepaskan begitu saja. Tidak diikuti, tidak disiksa, tidak diapa-apakan. Saya lalu dijemput ayah saya. Di dalam mobil, ayah saya bertanya macam-macam kepada saya. Lalu telepon berdering. Saya pun terbangun.

17 September 2012
Saya mimpi mobil yang ada di rumah diganti oleh ayah saya dengan mobil yang aneh. Mobil yang baru ini cat nya hitam, sasis nya rendah, merk nya ga jelas, lebar nya sangat sempit, hanya terdiri dari 2 baris, baris pertama hanya 1 kursi sopir di tengah, dan baris kedua terdiri dari kursi 3 penumpang. Jok nya ditutupi dengan motif polkadot seperti mobil kijang grand extra keluarga saya dahulu, dan ada bagasi di bawah kursi penumpang belakang. Di bagian depan mobil, aksesori lampu nya panjang seperti mobil klasik abad 20 awal.

Ibu saya sangat marah mobil yang ada diganti dengan mobil baru ini. Saya pun kesal, dan berkata ke ayah saya, “Lain kali aku aja yang milih mobil, aku jago menilai kok!” Ayah saya hanya terdiam dan tampak terpukul.

Kami lalu menaiki mobil tersebut entah kemana. Tiba-tiba mobilnya menjadi mempunyai 2 kursi di bagian depan di mimpi saya ini dengan konfigurasi setir kanan @_@. Mulanya ayah saya yang mengemudi. Lalu tiba-tiba sudah berubah menjadi ibu saya yang mengemudi. Saya duduk di kanan belakang, persis belakang sopir. Di samping kursi setiap orang ada tempat sampah yang dipenuhi sampah bekas pemilik mobil sebelumnya. Tampak beberapa kecoak merayap. Jendela mobil di samping ibu saya dan di samping saya terbuka penuh. Salah satu kecoak merayap di lengan ibu saya yang sedang mengemudi. Saya tusuk kecoak ini dengan kayu tusuk sate entah dari mana saya menemukannya. Kecoak nya terbang ke arah saya. Saya meringkuk. Dan terbangun, kembali ke dunia nyata.

2 thoughts on “Daftar Mimpi

  1. weeew…what a weird dream, but dreams are always weird to mee…hahaha…

    hebat pisan bisa ingat detail dengan segala presisinya…ckckc mantaabh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s