Akad Nikah Sahabat

Dari memperhatikan teman-teman sy yang udah nikah (dengan cara Islam), rata-rata orang yg nikah membagi acara nikahnya menjadi 2 kegiatan: akad nikah dan resepsi pernikahan. Umumnya, orang hanya datang ke acara pesta resepsinya saja, dan melewatkan acara akadnya. Hal ini tentu sangat sah dan baik-baik saja. Akan tetapi, however, entah kenapa, sy berpikir kalau yg nikah adalah sahabat dekat, harusnya orang datang ke acara akadnya.

Acara akad is boring, gitu-gitu aja, ga ada pestanya, kesannya acara untuk keluarga aja, (biasanya) pagi-pagi jadi harus bangun pagi, dan (biasanya) habis akad ada jeda waktu cukup lama sampe waktu resepsinya, jadi mungkin wajar kalo orang males datang acara akad. Tapi, menurut sy, acara akad lah acara yg paling penting bagi penganten baru, karena pada saat akad lah momen sakral historis pernikahan terjadi. (Kalo malam pertama mungkin bukan paling penting ya, tapi paling hepi :P)

Dengan ngebela-belain datang ke acara akad, itu menunjukkan betapa pentingnya sang sahabat bagi kita, segitu pentingnya sampai kita mau melawan sejuta rasa males untuk datang ke akad. And that’s what a true friend should do. Karena kadang, bukan kado mewah yang dibutuhkan untuk menunjukkan kepedulian, melainkan cukup dengan “ada” untuk berbagi rasa bersama.

*A post inspired by surprised feeling upon seeing a best friend’s marriage ceremony attended only by a few of his friends*

One thought on “Akad Nikah Sahabat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s