Review: The Raid 2 Berandal (2014)

Hammer-Girl-Klip-The-Raid-2-Berandal-1

Biasanya, saya ga pernah suka film action. It’s the second most boring genre after drama for me. Unless, the action is actually great. Dan seri The Raid, goes very badass beyond just great.

Plot cerita di The Raid 2 berputar ketika Rama (Iko Uwais) menyusup kedalam organisasi mafia di bawah pimpinan Bangun (Tio Pakusadewo) untuk menyelidiki kematian kakaknya. Masalah mulai muncul ketika Ucok (Arifin Putra), anak Bangun, tidak sabar ingin memiliki kekuasaan yang lebih besar di organisasi tapi tidak dikabulkan ayahnya. Ucok lalu bekerjasama dengan Bejo (Alex Abbad), bos mafia yang membunuh kakak Rama dan ingin menjadi penguasa mafia baru, untuk mengadu domba ayahnya dengan Goto, mafia Jepang yang biasanya akur dengan kelompok mafia Bangun. Lalu, some twisted things happened, terjadi berlapis-lapis pengkhianatan, dan yah nonton aja sendiri.

Kualitas akting dan penjiwaan karakter tokoh-tokoh seperti Ucok dan Bejo bagus dan bisa membawa suasana ketika bukan adegan bertarung, dan special mention goes to Julia Estelle yang bisa menggambarkan karakter Hammer Girl yang sadis tapi childish dan innocent meski dialognya sangat sedikit sekali. Karakter Bangun sebagai bos mafia juga lumayan, walau sayang ga se-impresif akting Ray Sahetapy di film The Raid 1 menurut saya. Kostum dan scoringnya film ini mantap, almost perfect.

Adegan actionnya, nah ini the real deal, banyak banget dan look so real. Bunuh-bunuhan massal di tanah lumpur penjara, penyerbuan tempat produksi film porno, matahin kaki, nusuk dada sampai tembus, ngegorok leher sambil ngobrol santai, ngegoreng wajah sampai telinga hilang, ngebantai orang pake palu di kereta, ngebantai dengan modal tongkat baseball, pertarungan yang diawali adu kuda-kuda, dll dll, it’s so sick, very gore and violent, yet very exhilarating and got your adrenaline pumping. So many memorable artistic fight yang bikin susah kalau disuruh milih mana yang paling keren. Dan pertarungan tokoh utamanya, Rama, dibuat tampak seperti video game: makin lama lawan yang dihadapi makin susah. If I have to pick one best fight, then I’ll go with the fight between Rama vs Batter Guy and Hammer Girl.

Kekurangan The Raid 2 ini, kalau menurut saya mah, somehow rasanya kurang tegang dibanding The Raid 1, kemungkinan karena di The Raid 1 mah ceritanya fokus dan intens bertarung aja tanpa cerita macem-macem. Tapi, karena di The Raid 2 mah karakter antagonis yang kerennya lebih banyak, fight actionnya lebih badass, dan ceritanya lebih lengkap, I’m totally fine with The Raid 2. Selain itu, ada yang mempermasalahkan adanya adegan turun salju di Jakarta. Tapi, sang sutradara Gareth Evans sudah menjelaskan bahwa turun salju itu adalah metafor mengenai betapa dinginnya situasi ketika Prakoso mati, yang sekaligus menjadi awal dari semua chaos dalam film, dan kalau kata saya mah itu ekspresi kreatif yang sangat baik.

Sedikit warning untuk yang mau nonton, filmnya sangat-sangat berdarah-darah, dan kalau yang ga suka mungkin akan ga kuat. Istri saya banyak meremnya nontonnya, dan katanya eneg pas filmnya udah selesai. Tapi, kalau sy mah habis nonton malah merasa so energized and rejuvenated haha.

Rating: 9,5 / 10.

Kesimpulan: Go watch it. Dan nontonnya di bioskop jangan ngebajak. Film kaya gini layak dapat penghargaan sederhana berupa kita beli tiket nontonnya.

4 thoughts on “Review: The Raid 2 Berandal (2014)

  1. Rrrrrr bete belum nonton, pas ada waktu kosong dan melipir ke bioskop eh penuh sampai sisa beberapa kursi untuk jam 9 -___-
    Mau nonton banget mau, mau liat darah (lah?) hahaha

  2. Lumayanlah untuk ukuran film Indonesia dibanding film yang judulnya ajaib2 (suster keramas, air terjun pengantin, dan sejenisnya-sorry for sarcasm secara hampir sepanjang film cukup banyak yang yg tertawa selain saya mungkin karena membayangkan film ini banyak adegan yang di luar logika). Saya sih suka adegan pertarungan tangan kosongnya. Buat yang mau nonton tp takut ga dapat tiket mending numpang mtix atau sekalian bikin aja toh ga pake biaya admin2 segala🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s