Rekap Capres-Cawapres

Preamble

Selesai sudah semua sesi debat dan masa kampanye menjelang pilpres. Karena sekarang saya lagi nonton Argentina – Belgia menit 43, saya mau bikin rekap opini saya ga terlalu banyak mikir, ga berstruktur tulisan, dan kemungkinan besar ga detail. Btw, buat yang males baca, kesimpulannya pasangan 1 Prabowo – Hatta lebih baik.

Fanboys

Dulu, saya pikir, fanboys Apple dan Blackberry udah yang paling ngeselin sedunia. Tapi ternyata, fanboys kedua capres ini menjadi fenomena yang lebih memuakkan. Muncul dimana-mana mulai dari socmed sampai kolom komentar di berbagai portal berita kaya Yahoo, detik, Republika, mereka cuma ngejek lawan dan ngerasa paling bener sendiri. Apa pun yang dilakukan/dikatakan lawan, pasti dipandang dari cara yang negatif dan dicela. Apa pun yang dilakukan/dikatakan idolanya, pasti dibela habis-habisan. I hate both fanboys equally.

Partai

Koalisi Prabowo terdiri dari banyak sekali partai pendukung. Negative POV: pasti akan jadi politik daging sapi dan bagi-bagi kekuasaan. Postive POV: pasti akan jadi pemerintahan yang stabil karena banyak dukungan di parlemen.

Koalisi Jokowi terdiri dari sedikit partai pendukung. Negative POV: memang capres yang diusung ga pantas didukung, rentan serangan dari parlemen. Positive POV: Koalisi yang bersih dan solid.

Pada dasarnya, saya mau khusnudzon aja. Hatta pernah bilang pemerintah tidak akan bagi-bagi kursi menteri, some people call it’s bullshit, tapi saya percaya Hatta aja. Jokowi bilang koalisinya murni, some people call it’s impossible with people like Surya Paloh, Wiranto, etc, saya juga percaya Jokowi aja.

Koalisi Prabowo ada PKS, koruptor sapi. Ada Golkar, Lapindo. Tapi di koalisi Jokowi ada PDIP, koruptor terparah, etika pun ga ada main segel pers aja, belum hampir tiap kalah Pilkada pasti ngajuin kecurangan. 1 partai sendiri yang cukup untuk ngimbangin akumulasi jeleknya partai-partai koalisi sebelah. I consider partai pendukung bukan hal yang dominan untuk dipertimbangkan, keduanya sama aja.

Pendukung: Bad

Mudah menunjuk siapa orang di balik Prabowo yang saya paling ga suka: Fadli Zon dan Fachri Hamzah. Agresif, ga karuan, kampungan. Di balik Jokowi, ada Wimar yang ga kalah kampungan dan ga karuan, siapa-itu-yang-cewe-yang-nyuruh-mata-matain-mesjid, dan beberapa tokoh lain yang ga terlalu terkenal tapi sekalinya ada statement-statement kecil nongol ke media bikin gatel-gatel. Kelakuan pendukung yang bututnya sama aja.

Pendukung: Good

Ada 3 tokoh pemerintahan yang paling saya suka yang kebetulan semuanya dukung Prabowo: Mahfud MD, Ridwan Kamil, Ahok. Tapi, ada 3 orang lain yang saya juga suka yang dukung Jokowi: neng Gita Gut – my favorite solo singer currently, pak Budi Rahardjo – salah satu dosen saya di ITB yang paling keren, dan admin akun twitter @panditfootball. Saya percaya orang-orang ini, Prabowo dan Jokowi pasti sama-sama capres yang baik.

Black Campaign dan Pencitraan

Prabowo pelanggar HAM -> Orang yang diculik Prabowo sekarang dukung Prabowo, bosnya Prabowo ada di kubu Jokowi, dan orang-orang yang ditengarai ada di balik pembunuhan Munir ada di kubu Jokowi.

Jokowi antek anti-Islam -> Jokowi Islam asli, suka ke haji. Prabowo keluarganya Kristen semua kecuali dia dan bapaknya.

Prabowo orang tegas -> Memangnya Jokowi ga bisa tegas? Untuk sampel, tanya bawahannya yang diberhentikan dan diganti.

Jokowi banyak bukti hasil kerja -> Program di Jakarta aja sebagian besarnya ga jalan. Kalau alasannya karena kerja baru sebentar, tetep aja kan berarti sejauh ini banyaknya janji doang?

Jokowi orang baik -> Lalu Prabowo bukan orang baik?

Prabowo ga punya pengalaman pemerintahan -> Memangnya Jokowi punya? Birokrasi level pemerintahan nasional beda jauh dengan level pemda.

Prabowo dipecat dari TNI -> Pemecatannya fakta, tapi alasan di balik pemecatannya gimana? Dari situasi di kantor saya aja saya bisa lihat politik itu mengerikan dan alasan itu bisa dicari-cari dan dibuat-buat. Saya cenderung untuk netral, ga percaya pembelaan Prabowo, dan ga percaya alasan pihak-pihak yang memecat dan menyebarkan surat pemecatannya yang harusnya rahasia pada saat menjelang pilpres.

Dan lain-lain. I call bulshit on all black campaign dan pendewaan berlebihan.

Visi Misi

Secara umum, pada beberapa hal terlihat visi misi, fokus dan prioritas yang dibawa kedua capres berbeda, tapi sama-sama bertujuan baik. Jalan yang berbeda untuk tujuan yang sama. Saya rasa cukup seimbang, siapa pun yang menang asal bisa mewujudkan visi misinya maka Indonesia akan jadi lebih baik.

Prabowo

Melihat penampilannya di debat, saya ngerasa Prabowo punya sosok negarawan. Dari gesturenya, sikapnya yang terbuka dan mau mengaku setuju dengan Jokowi, minimal 2x membuat statement semoga rakyat Indonesia memilih yang terbaik dan akan menerima apa pun hasilnya (di debat ke 2 dan ke 5). Punya konsep besar yang mudah dimengerti tentang apa yang diinginkan: mengatasi potential loss (kebocoran) -> memaksimalkan pendapatan negara -> mensejahterakan rakyat -> negara kuat. Tapi, suka kurang detail, kalau menjelaskan kadang mbulet kesana-kesini ga jelas juntrungannya dan ga spesifik, dan kadang ga hafal detail kecil-kecil – padahal the devil is in the details.

Hatta

Bapak yang mengejutkan. Kirain orangnya biasa aja, tapi kalau ngomong ternyata terstruktur, rapih, membahas konsep sambil menjelaskan detail, dan suka dibackup data. Tapi harus mikir memang untuk mencerna omongannya, meleng dikit akan bingung nangkep dia ngomong apa.

Jokowi

Visi misinya khas seorang hard worker: konkrit ga ngawang-ngawang, rata-rata langsung program spesifik, programnya pun bagus-bagus. Tapi ada 2 hal yang sangat mengganggu saya tentang Jokowi: kadang tampak wawasan masih kurang luas terutama untuk hal yang sifatnya makro, dan yang paling parah, terasa suka terlalu ngegampangin. Terutama hal-hal yang terkait teknis. Contoh, bikin infrastruktur migas 3 tahun, sistem IT 2 minggu, oh phlis. Ngegampangin itu kadang-kadang perlu untuk ngangkat moral, tapi ga ekstrim juga sih. Kalau ekstrim hanya akan tampak ga ngerti aja. Selain itu, somehow terasa kurang sikap diplomatisnya, kalah dibanding Prabowo, dan jauh di bawah SBY.

JK

You either die a hero or live long enough to see yourself become a villain. Exactly apa yang saya rasakan tentang JK. He was very good, visioner, dan konkret. Saya pilih JK-Win 5 tahun lalu. Tapi, dari beberapa penampilannya, somehow saya ngerasa JK sekarang adalah sosok susah move on yang lebih sibuk nyerang dan ngorek-ngorek kesalahan masa lalu lawannya. Sikap dan pendiriannya tentang berbagai topik juga berubah dari zaman dulu, yang bisa berarti 2: memang telah terjadi perubahan pola pikir – suatu hal yang wajar seiring perubahan waktu, atau sekarang dia menyesuaikan saja dengan Jokowi, yang penting ambisinya jadi wapres masih tercapai. Untungnya, kadang saya masih bisa ngeliat sisa-sisa brilliance JK masa lalu pada beberapa statement nya di beberapa sesi debat.

Prabowo – Hatta

Menarik. Kelihatannya akan terjadi model kerja Konseptor – Eksekutor.

Jokowi-JK

Gayanya sama/mirip-mirip, dan kelihatannya akan jadi pasangan yang kompak dan populer di masyarakat,  – as long as mereka ga berbeda pendapat. Yang saya tangkep, Jokowi itu gitu-gitu keras dalam berpendapat. Dan JK sama aja.

Golput

Karena keteledoran saya, hampir dipastikan saya akan golput pada pilpres kali ini. Karena, saya kira cukup bawa KTP kalau mau pindah TPS, secara saya terdaftar di Bandung tapi kemungkinan besar akan ada di Depok saat hari-H pilpres. Padahal ternyata harus ngurus formulir A5, atau ngurus ke KPUD max 10 hari sebelum pilpres. Saya ga ngurus ke KPU sampai 10 hari sebelum pilpres karena ga tau, dan bapak saya ga mau bantuin ngurusin formulir A5.

Tapi, seandainya saya milih, dengan mempertimbangkan apa yang saya amati dari debat capres aja – karena faktor lain semuanya rasanya sama aja – saya akan pilih Prabowo – Hatta. Dan, setelah sempat diselingi hunting kecoa, pas banget ini Argentina-Belgia juga selesai. Waktunya tidur, sebelum susah bangun sahur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s