Marriage and Social Life

Saya pernah punya seorang sahabat, sebut saja namanya Ayam. Kami melakukan beragam aktivitas bersama, sering berdiskusi, saling curhat soal cewek masing-masing, dan memiliki mimpi bersama. Suatu ketika sekian tahun lalu, tiba-tiba Ayam mengatakan dia akan menikah. Saya kaget, karena saya ga berpikir Ayam adalah tipe orang yang menikah cepat. Tapi saya pikir ga masalah, toh calon istri Ayam – sebut saja namanya Tempe – juga temen saya. Dan saya udah temenan sama Tempe, jauh 1-2 tahun dari sebelum mereka pacaran. Nothing will change too drastically, I thought. Boy, I was wrong…

Setelah nikah, Ayam tiba-tiba hilang dari hidup saya. Kita ga pernah hangout lagi, ga pernah ngobrol lagi, bahkan sekedar chatting pun sangat jarang. Kalau ngobrol rada bingung cari-cari topik selain ngomongin sedikit kerjaan masing-masing, tapi setelah itu ya sudah. Padahal dulu saya dan Ayam dan seorang sahabat lagi, sebut saja Sambel, bisa begadang non-stop cuma ngobrol ngalor ngidul kesana kesini. I barely know Ayam anymore. Now Ayam is just somebody that I used to know. Puncaknya,  nikahan saya pun Ayam ga bisa datang.

Berkaca dari Ayam, saya bertekad. Kalau saya nikah, saya ga akan ngilang dari temen-temen saya. Instead ngilang, saya mau melibatkan istri saya dalam kegiatan sosial saya, dan sebaliknya, saya mau membiarkan dan mendorong istri saya agar ga menghilang dari lingkaran sosialnya. However, it’s easier said than done. Ga ngerti kenapa, tapi ada aja macem-macem yang bikin mau hangout sama temen-temen kaya dulu lagi itu nearly impossible. Lebih-lebih lagi sekarang setelah istri saya hamil.

Hari ini pun, saya baru buka bareng sama temen-temen saya. The first, and most likely the only one, buka bareng dengan salah satu temen-temen saya tahun ini. Don’t get me wrong, my wife has been mostly wonderful all this time, and I do love being married. Yet, when my friends went home, there is an open space in my heart filled with emptiness, longing for the time when I could get together with my friends, and share dreams, laughter, and good time together.

2 thoughts on “Marriage and Social Life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s