Jokowi Menang Pilpres, Maka…

Sejak resmi diumumkan KPU tadi malam bahwa Pakdhe Jokowi memenangi Pilpres RI 2014 dengan perolehan suara 53,15%, saya mau merekap beberapa hal yang terlintas di pikiran.

Prabowo

Saya sungguh kecewa sama sikap Pakdhe Bowo yang ga legowo dan pundung sama hasil Pilpres ini. Saya pikir beliau seorang negarawan yang sifatnya akan beda dengan pecundang-pecundang Pilpres yang dulu-dulu, apalagi ada kali sampe 15x bilang akan menerima apa pun keputusan KPU, tapi yah ternyata… But anyway, saya ga menyesal kemarin-kemarin berkesimpulan Prabowo lebih baik dari Jokowi, walau gimana pun ketidakgentlean ini hanya satu aspek.

Mamah Mega

Emak-emak ini pasti sangat kegirangan anak kesayangannya sukses jadi presiden, dan beliau bisa jadi Queen in the shadow. Saya sungguh berharap Pakdhe Jokowi bisa independen sebagai presiden nanti, dan tidak lagi berpikir bahwa beliau adalah kader partai.

Kita bisa berharap banyak mengenai…

  1. Perkembangan dunia kelautan. Tol laut, pusat maritim, dan pidato kemenangan yang dilakukan di pelabuhan, saya pikir itu semua pesan yang jelas bahwa dunia kelautan akan diberikan fokus utama pada pemerintahan mendatang.
  2. Perdagangan. Pakdhe Jokowi adalah sosok yang disukai pasar, IHSG dan Rupiah juga langsung menguat setelah pengumuman menang. Ditambah idenya yang ingin mendorong dubes sebagai marketer produk Indonesia di luar negeri, mungkin tidak hanya ekonomi makro saja yang maju seperti zaman SBY, tapi mudah-mudahan kali ini ekonomi mikro pun akan menjadi lebih baik.

Ada peluang mengenai…

  1. Ekonomi kreatif. Pakdhe Jokowi bukan sosok yang asing dengan ekonomi kreatif, dan kalau Anda merasa berbakat di bidang musik, sinema, animasi, fashion, IT, dll, 5 tahun ini mungkin waktu yang tepat untuk lebih fokus berkarir di bidang ekonomi kreatif.
  2. Reformasi birokrasi. Kemungkinan akan diterapkan berbagai SOP dan sistem IT yang mendorong transparansi dan efisiensi pemerintahan. Tapi ini akan membutuhkan effort besar, karena tidak akan mudah mengubah mentalitas orang. Di Jakarta pun sebenarnya saya menilai Pakdhe Jokowi baru memulai masalah reformasi birokrasi ini dan benar-benar belum terlihat hasilnya.
  3. Perbaikan karakter masyarakat. Sosok Pakdhe relatif sederhana dan disukai masyarakat, jadi mudah-mudahan bisa menginspirasi masyarakat untuk meneladani hidup sederhana, lurus, dan kerja keras.
  4. Perbaikan dunia pendidikan. Dengan sosok Anies Baswedan (yang saya sebenernya ga ngefans) di belakangnya, mudah-mudahan kualitas pendidikan Indonesia bisa lebih merata.
  5. Kemerdekaan Palestina. Memang janji Jokowi-JK Palestina akan merdeka, tapi harus disadari hal itu tidak akan mudah.

Mungkin tidak akan ada perubahan di bidang…

  1. Kontrak migas perusahaan asing. Pakdhe Jokowi (tampaknya) bukan fans nasionalisasi dan renegoisasi kontrak migas. Temen saya yang suaminya kerja di Freeport pun cerita bahwa, kemarin-kemarin pernah karyawan Freeport seperusahaan dikumpulin dan disuruh untuk milih Jokowi hehe.
  2. Kesehatan. Memang ada program unggulan kartu sehat, tapi apa bedanya dengan BPJS Kesehatan? Saya udah banyak denger cerita dari beberapa orang tentang kerabat/tetangganya yang ketolong karena program BJPS ini, tapi di sisi lain, saya juga denger banyak cerita tentang mirisnya BPJS, misal pasien tidak tertangani karena jatah kamar untuk BPJS sedikit, pembayaran ke RS terlambat, dll. Dengan menambah kartu sehat yang ga jelas apa bedanya dan bukannya memperbaiki BPJS kesehatan, hanya akan menambah ruwet masalah yang ada, sehingga mungkin, program kartu sehat ga akan seindah janjinya.
  3. Industri. Pakdhe mungkin akan melakukan berbagai keputusan terkait dunia industri, mungkin sebagian menguntungkan industri seperti membiarkan sistem outsourcing, memperbaiki perizinan, infrastruktur, dll, tapi sebagian lagi mungkin merugikan seperti menaikan UMR, menambah tarif listrik, dll. Pada akhirnya mungkin keuntungannya seimbang dengan kerugian dan pelaku industri ga akan merasakan perubahan apa-apa.
  4. Hankam. Sejujurnya, saya pikir pengadaan drone yang jadi andalan Pakdhe ga akan berpengaruh terlalu besar pada kekuatan pertahanan Indonesia. Begitu juga dengan keamanan, saya ga nangkep ada gagasan besar apa-apa dari Pakdhe terkait kepolisian, pengadilan, dll yang terkait keamanan.
  5. Olahraga. Kesan yang saya tangkep selama Pakdhe memimpin Jakarta dan selama kampanye kemarin, beliau bukan sportsman. Pemerintahan baru kemungkinan ga akan berpengaruh pada prestasi olahraga Indonesia 5 tahun ke depan.

Jangan berharap banyak mengenai…

  1. Kelanjutan MP3EI. Untuk yang ga ngeh, MP3EI adalah Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia. Programnya menurut saya bener-bener bagus-bagus. Program tol laut Pakdhe aja sebenernya udah ada di MP3EI ini dengan nama Pendulum Nusantara, hehehe.  Kalau eksekusinya di lapangan ada kekurangan-kekurangan, ya masih wajar lah. Kalau mau, cari tahu sendiri tentang MP3EI ini, tapi jangan dari Yahoo news, tendensius dan provokatif ga karuan. Anyway, MP3EI ini bisa dibilang programnya Pak Hatta Radjasa, dan saya somehow ga yakin Pakdhe akan meneruskan dan mengikuti warisan MP3EI ini.
  2. Kemajuan ristek. Dari debat capres, pidato kemenangan kemarin, yang saya tangkap pasangan Jokowi-JK ini lemah sekali dalam bidang ristek. Malah kesannya, relatif nganggap enteng. Mungkin karena memang background dua-duanya ga ada yang berlatar belakang akademisi kali yes. Peneliti Indonesia, yang sabar aja, atau cari uang dulu di luar negeri 5 tahun sebelum pulang berbakti.
  3. Peran Indonesia di ASEAN. Dengan penguasaan Pakdhe terkait dunia internasional yang dalam penglihatan saya mah (masih) lemah, tidak kelihatan tanda-tanda bahwa Indonesia akan berinisiatif dalam berbagai isu yang melanda ASEAN dan jadi pemimpin kawasan.

Waspadai…

  1. Proyek-proyek asal cepat. Ini salah satu hal yang paling mengerikan menurut saya. Sebagai engineer, saya tahu bahwa untuk hampir setiap masalah, selalu ada jalan pintas cara cepat menyelesaikan masalah. Tapi, pada akhirnya, berbagai aspek dan masalah itu akan saling terkait, dan mau tidak mau membutuhkan solusi yang integrated dan menyeluruh. Dan solusi-solusi cepat, biasanya malah akan membuat masalah jadi ruwet. Hal ini disebabkan, mengintegrasikan solusi yang dari awal tidak dibuat dengan memikirkan gambaran besar itu sangatlah sulit. Ga jarang malah, solusi cepat itu akhirnya terpaksa dibongkar total dan dikerjakan dari nol dengan cara yang sama sekali lain. Jauh lebih sederhana kalau dari awal sudah dipikirkan gambaran besar masalah dan solusi yang lengkap menyeluruh, seperti MP3EI (balik lagi). Kalau dalam pemerintahan nanti konsepnya selalu “lebih cepat lebih baik”, ngerinya akan banyak proyek yang daya gunanya singkat, dan jatuhnya pemborosan uang negara.
  2. Sekulerisasi agama. Kemenangan Jokowi-JK berarti kemenangan juga bagi orang-orang yang ingin menghapus Perda syariah dan menghapus kolom agama di KTP. Kawal, waspadai, dan cegah sebelum ini terjadi.
  3. Penjualan aset negara. Saya masih trauma sama pemerintahan Mamah Mega dulu euy hehehe. Tambah lagi ada Dahlan Iskan sang bapak pencitraan indonesia yang mungkin akan kembali jadi mentri BUMN, yah… OOT dikit tentang DI. Jadi, saya punya banyak temen nih di PLN. Dan temen2 saya, kebanyakan masih kroco-kroco juga di PLN nya. Nah, di kalangan mereka-mereka itu, sy belum nemu tuh satu pun yang merasa DI sosok pemimpin yang bagus, selain dalam aspek bikin tulisan. Belum lagi ada cerita bahwa DI mau menjual lokasi kantor utama PT Inti di Bandung untuk dijadikan hotel, waduh huehehe. Sekali lagi kawal, waspadai, dan cegah sebelum terjadi.
  4. Korupsi. Berdasarkan data rilis dari KPK Watch, PDIP adalah partai juaranya korupsi Indonesia. Pelaku korupsinya banyak, dan dengan kemenangan Pakdhe yang bisa dibilang kemenangan PDIP, waspadai potensi korupsi berjamaah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s