14 Frase Latin

Mungkin ini sekedar fetish saya saja, tapi tulisan yang diimbuhi frase Latin sering terasa lebih menggigit.  Karena itu, kali ini saya mau mencoba berbagi 14 frase latin yang relatif umum dan bisa dipakai untuk memperkaya tulisan. Semoga bermanfaat.

1. Ad hominem

Pengertian: “Membalas argumen seseorang dengan menyerang karakteristik orang tersebut alih-alih mendebat isi argumennya.”

Contoh kasus yang dikategorikan sebagai ad hominem:

A: “Vegetarian adalah jenis diet yang paling baik!”

B: “Bagaimana mungkin, kamu saja gendut dan lamban begitu” (Disini, B malah menyerang pribadi A dan bukannya mendebat secara logis mengapa menjadi vegetarian bukan opsi yang paling baik)

Contoh penggunaan dalam tulisan:

Banyaknya kekeliruan ad hominem dalam debat publik mencerminkan rendahnya budaya akademik kita.

2. Bona fide

Pengertian: “Ketulusan, niat yang jujur.”

Istilah bona fide biasa digunakan untuk menggambarkan suatu entitas, e.g: pengacara bona fide (pengacara yang tulus), perusahaan bona fide (perusahaan yang berniat baik dalam menjalankan usahanya, tidak menipu perusahaan lain dan tidak memeras tenaga karyawan), et al.

Contoh penggunaan dalam tulisan:

Terlepas dari semua pihak bona fide yang terlibat, pada akhirnya kesepakatan tetap tidak dapat tercapai.

3. Carpe diem

Pengertian: “Rebut hari ini!”

Konsep carpe diem adalah bahwa masa depan penuh dengan ketidakpastian, oleh karena itu, kita harus memanfaatkan sebaik-baiknya waktu yang ada sekarang untuk membuat masa depan yang lebih baik.

Contoh penggunaan dalam tulisan:

Bangun, bergerak, dan carpe diem!

4. Circa

Pengertian: “Sekitar waktu tertentu.”

Biasa digunakan dalam bidang sejarah untuk menyatakan “sekitar waktu tertentu”. Contoh:

Perang itu terjadi 1739 – circa 1742 (awal perang diketahui pasti pada 1739, sedangkan akhir perang hanya diketahui terjadi sekitar 1742).

Contoh penggunaan dalam tulisan:

Kejadian ini, terjadi circa 1990. Saat itu, aku sedang berjalan pulang sendirian tengah malam di Jl. Siliwangi. Lalu… Tiba-tiba… Tiba-tiba… Tiba-tiba! Aku melihat, sesosok bayangan, berwarna putih, bergerak cepat, mendekatiku, etc.

5. Cogito, ergo sum

Pengertian: “Aku berpikir, maka aku ada.”

Ini adalah sebuah frase yang dicetuskan oleh Rene Descartes yang menjadi elemen dasar filosofi Barat. Jika seseorang mempertanyakan apakah sebenarnya ia benar-benar nyata ada atau tidak, hal tersebut membuktikan bahwa dirinya ada dan nyata (setidaknya, pikirannya ada karena ada “aku” yang melakukan berpikir). [ref]

Contoh penggunaan dalam tulisan:

Saya ga kebayang, boleh kalau ada yang mau melengkapi🙂

6. Ex nihilo nihil fit

Pengertian: “Tak ada yang dihasilkan dari ketiadaan.”

Istilah ini dulu bermakna bahwa tak ada satu pun hal yang diciptakan dari ketiadaan, dan sebaliknya, semua hal yang ada tidak bisa musnah ke ketiadaan. Sesuatu hanya bisa berubah menjadi bentuk lain, dan tidak bisa musnah. Sekarang, istilah ini sering dikaitkan dengan hukum fisika terkait kekekalan energi, dan bisa juga diartikan bahwa tidak akan terjadi apa pun tanpa usaha apa pun.

Contoh penggunaan dalam tulisan:

Dewi: “Fit, gimana, lo kemarin jadi ngasih kado velg buat ulang tahun Ari?”

Fitri: “Aduh, gue udah beli sih velgnya, tapi…”

Dewi: “Tapi apaa?”

Fitri: “Ga jadi, malu gue ngasihnya…”

Dewi: “Yaelah, elo gimana sih, katanya pengen bisa deket sama doi? Inget fit, ex nihilo nihil fit, kalo lo ga ngelakuin apa pun ya ga akan terjadi apa pun juga!”

7. Lupus in fabula

Pengertian: “Kedatangan orang yang sedang dibicarakan.” (biasanya pembicaraannya dalam konotasi negatif)

Secara harfiah, lupus in fabula artinya serigala yang sedang dibicarakan. Namun, ekspresi lupus in fabula biasa digunakan ketika orang yang sedang digosipkan/dikeluhkan tiba-tiba muncul.

Contoh penggunaan dalam tulisan:

Di tengah panas cerocos Ira yang berapi-api mengeluhkan Widi yang tak lagi perhatian, tiba-tiba Widi masuk ke ruangan itu bagai lupus in fabula.

8. Nihil sub sole novum

Pengertian: “Tidak ada hal baru di bawah matahari.”

Maksud dari istilah ini adalah tidak ada hal yang benar-benar baru di dunia ini, semuanya, baik kejadian, perkataan, karya (minimal yang serupa) pasti sudah ada sebelumnya. Istilah ini juga diungkapkan detektif fiktif populer Sherlock Holmes pada kasus Study in Scarlet, “There is nothing new under the sun. It has all been done before.”

Contoh penggunaan dalam tulisan:

Tak henti ia meratapi nasibnya siang dan malam. Tak jemu ia menangisi hidupnya, seolah ialah wanita termalang di dunia. Padahal, andai ia menyadari, nihil sub sole novum: ia bukanlah yang pertama dan takkan jadi yang terakhir mengalami penindasan seperti yang dilakukan lelaki jahanam itu, mungkin ia takkan menghabiskan umurnya dengan sia-sia seperti ini.

9. Pro bono

Pengertian: “Pekerjaan profesional yang dilakukan secara gratis atau dengan pengurangan harga.”

Berbeda dengan pekerjaan sukarelawan biasa, pro bono adalah pelayanan publik yang dilakukan oleh orang dengan keahlian tertentu, i.e dokter, pengacara, konsultan teknologi, et al.

Contoh penggunaan dalam tulisan:

Pedih hatinya mengingat pertemuannya dengan ibu tua itu siang tadi. Dalam dunianya yang serba nyaman, tak terbayangkan olehnya masih ada orang yang terpaksa menderita karena tak mampu membayar beberapa ribu rupiah untuk berobat sekedar ke puskesmas. Sedari hari itu, tekadnya teguh bahwa kelak saat ia menjadi dokter, setengah waktunya akan diabdikan untuk pelayanan pro bono.

10. Quid pro quo

Pengertian: “Sesuatu untuk sesuatu.”

Pada awalnya, frase ini dalam bahasa Latin bermaksud untuk menggambarkan suatu kesalahan, dimana kita bermaksud mengambil suatu barang tapi malah mengambil barang yang lain. Tapi, dalam konteks kekinian, frase ini lebih dikenal sebagai “pertukaran” atau “tidak ada makan siang gratis, aku memberi sesuatu maka kamu harus membalas dengan sesuatu yang setara.”

Contoh penggunaan dalam tulisan:

Aku hanya bisa berangan-angan, andai saja seluruh politikus negeri ini mengamalkan ilmu ikhlas dan bukannya melakukan segalanya quid pro quo.

11. Quo vadis

Pengertian: “Mau kemana?”

Dalam penggunaannya, quo vadis juga bisa berarti “arah gerak”, “tujuan”, dll. Baca juga posting singkat saya 6 tahun lalu tentang istilah ini.

Contoh penggunaan dalam tulisan:

Aduh, lagi-lagi dia nongkrong di jalan ini. Kenapa sih dia harus nongkrong di sini? Uuh, coba ada alternatif jalan lain, pasti aku ga akan kepaksa digodain dia terus tiap lewat. Duh, mana dia udah ngeliatin sambil senyum-senyum kaya kuda lagi, siap-siap deh nih. Sepuluh langkah lagi… Lima langkah… Tiga… Dua… Satu… Eh, kok tumben hari ini dia diem aja dan ngeliatin doang? Aduh, kan malah jadi penasaran ya? Ya ga sih, ya ga sih? Aduh, tapi masa harus nanyain, ini kan kesempatan jarang-jarang bisa lewat jalan ini dengan damai? Aduuh, tapi penasaran!

“Hei, kok tumben diem aja?”

“Iya nih, lagi sibuk.”

“Ih sibuk apanya, orang cuma jongkok pinggir jalan doang.”

“Iya beneran kok sibuk, ini lagi siap-siap mau pergi hehehe.”

“Oh, baguslah. Pergi sana gih.”

“Hehehe. Tanyain dong.”

“Tanya apaan?”

“Quo vadis, masku yang ganteng?”

“Idih! Sejak kapan kamu jadi masku yang ganteng?! Cuih!”

12. Semper fidelis

Pengertian: “Selalu setia.”

Semper fidelis populer digunakan sebagai slogan/motto di berbagai militer, sekolah, keluarga terhormat, etc. di dunia.

Contoh penggunaan dalam tulisan:

“Kamu masih inget, kapan kamu pertama kali lewat jalan ini?”

“Inget, dua bulan lalu.”

“Sadar juga dong ada aku di sini, tiap kamu lewat jalan ini jam segini.”

“Iya. Terus?”

“Itu ngebuktiin kalo kamu sampe hari ini orangnya semper fidelis sama aku. Jadi, karena hati aku udah kamu sentuh, mulai hari ini aku resmi jadi masmu yang ganteng!”

“Ih sepihak!!”

13. Tempus fugit

Pengertian: “Waktu berlalu dengan cepat.”

Istilah ini sering digunakan sebagai slogan untuk memperingatkan orang yang malas dan menunda-nunda mengerjakan sesuatu.

Contoh penggunaan dalam tulisan:

Tempus fugit, carpe diem!

14. Vox populi

Pengertian: “Suara rakyat.”

Istilah ini kadang disambungkan sehingga membentuk frasa vox populi, vox dei, yang artinya kira-kira “suara rakyat, suara Tuhan.” Dalam budaya populer, vox populi juga digunakan sebagai judul buku, judul lagu, kutipan dalam film, game, dll.

Contoh penggunaan dalam tulisan:

Menjelang pemilihan, banyak caleg yang berteriak menjunjung vox populi. Padahal, kebanyakan mereka mengusung agenda pribadi, hampa rasa meski rakyat hidup tercekik bagai bernafas dalam air.

n.b. Karena saya di posting ini memakai beberapa singkatan yang juga berasal dari bahasa Latin, sebagai bonus akan saya tulis juga beberapa singkatan populer.

1. n.b.

Singkatan dari nota bene, artinya kira-kira adalah “catat baik-baik!” Digunakan ketika kita mau memberi catatan tambahan.

2. et al.

Singkatan dari et alia, artinya adalah “dan yang lainnya.” Digunakan ketika kita mau memperpendek daftar dari hal-hal yang sejenis, kira-kira setara dengan dll.

3. etc.

Singkatan dari et cetera, artinya adalah “dan seterusnya.” Digunakan ketika kita mau menunjukkan masih ada kelanjutan dari daftar yang kita tulis, setara dengan singkatan dst.

4. i.e.

Singkatan dari id est, artinya kira-kira adalah “yaitu”, atau “dengan kata lain.” Contoh penggunaan: Ada banyak sekali blogger, tapi blogger yang satu ini (i.e rizasaputra) jelas adalah salah satu yang paling keren.

5. e.g.

Singkatan dari exempli gratia, artinya “sebagai contoh.”

6. viz.

Singkatan dari videlicet, artinya kira-kira sama dengan “yaitu”, atau “sebagai berikut.” Contoh penggunaan: Tulisan ini kupersembahkan untuk keluarga kecilku, viz. istriku dan putriku.

Yak, segini dulu aja. Semoga bermanfaat😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s