Menengok 2014, Mengintip 2015

Tahun 2014 baru saja berlalu. Saatnya mereview apa saja yang terjadi dengan resolusi tahun lalu, dan mempersiapkan rencana untuk tahun inišŸ™‚

Resolusi 2014:

1. Berat badan sekitar 65 kg di akhir tahun <– failed! Berat badan saya konsisten di angka 76 kg, naik 1 kg dari berat 75 kg di awal tahun. It’s not I’m not trying, tp nurunin berat badan itu susah bener bo. Diet 2 minggu ngurang-ngurangin makan dan ngitung-ngitung kalori hasilnya ga turun berat sama sekali, tapi lalu makan enak selama 2 hari berat badan langsung naik. Mudah sekali membuat demotivasiii

2. Membiasakan on time <– total failure! Ngantor kembali telat parah sering 1,5 – 2 jam telatnya padahal di awal tahun biasanya telat paling sekitar 15 menit, sholat di awal waktu juga jarang. Suka lupa dan ada banyak aja godaannyašŸ˜¦

3. Change work, atau meningkatkan penghasilan 1,5x lipat. Yang ini… nyaris tercapai. I blew two excellent opportunitiesĀ in 2014. Saya pernah dapet kerja part time dengan penghasilan bulanan sama dengan gaji di kantor, tapi… Dipecat setelah 3 minggu karena hasil kerja ga mencapai standar hahahaha. Lalu, dapet tawaran interview di suatu kantor di Senayan City yang nawarin gaji bulanan lebih dari 2,5 kali lipat di kantor sekarang, tapi interview nya gagal dengan sangat memalukan, saya keliatan kaya nubie abis padahal apply utk posisi senior hahaha. But anyway, in the last day of 2014, I still managed to signed an offer from another company in Jabodetabek that will fulfill this target. The contract will be effective by Feb 2015, though.

Selain itu, ada beberapa hal yang ga diplan sama sekali, tp sungguh fundamental dan menyenangkan sekali sepanjang 2014šŸ˜€

1. Naya lahir! My sweetest daughter yang lucu, bulet, ngangenin, dan selalu menghibur. Semoga kamu jadi anak solehah yang jadi ladang amal orangtuamu ya neng :’)

2. Juara kontes inovasi ICON+. Somehow not really proud of this, tapi ya seneng aja sih. Terakhir kali saya inget saya menang sesuatu itu adalah jadi pelari tercepat di kelas pas UN praktek kelas 3 SMP.

3. Persib juaraaaaa. Ugh, sampai berkaca-kaca mata ini waktu adu penalti selesai waktu itu, momen yang sangat mengharukan. Semoga tahun ini Persib juara lagi!

That’s about 2014. Gimana untuk resolusi 2015? Lets see. Kemarin saya baca, katanya masalah kesehatan itu jangan dijadikan resolusi tahunan, karena lupa tepatnya karena apa. So, tahun ini ga ada resolusi berat badan. Untuk masalah tepat waktu, kayanya tetap perlu, tapi mau diperluas scopenya, intinya mau mencoba belajar disiplin. Ditambah duaĀ resolusi tambahan, inilah resolusi tahun ini:

1. Membiasakan hal-hal kecil bermanfaat seperti tepat waktu, gosok gigi sebelum tidur, olahraga sebentar tiap hari, dll. Kemarin di 2014 sempet nyoba dibikin model task harian gt, tp gagal karena sistem reward and punishment nya ga dieksekusi. Di akhir tahun ini harus dapet gimana mekanismenya agar efektif pembiasaannya ini.

2. Me-lead keluarga yang lebih kreatif. Masih susah membuat parameter terukur kreatif ini, tapi mungkin gampangnya adalah, tiap bulan harus nyoba resep baru, tiap 3 bulan ada karya/barang yg dibuat sendiri di rumah, dan tiap 6 bulan harus jalan-jalan ke tempat baru.

3. Survive di kantor baru. Saya (insya Allah) akan pindah ke kantor baru dengan budaya yang sama sekali berbeda, dengan masa probation beberapa bulan. Saya harus berjuang agar tidak terjerumus jadi pengangguran di tahun ini, oye!

Begitulah. Bismillaahirrohmaanirrohiim, semoga segenapĀ harapan tahun ini bisa tercapaišŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s