Kenapa DKI-1 Bukan Untuk Ridwan Kamil

Pilgub DKI baru akan digelar tahun depan, tapi wara-wiri hebohnya sudah mulai terasa dari sekarang. Salah satu topik yang mencuat adalah tentang akan majunya Ridwan Kamil menjadi salah satu calon gubernur DKI. Tapi, saya pribadi meyakini bahwa gubernur DKI bukan posisi/jabatan yang tepat untuk kang RK.

1. RK Butuh Jawa Barat, Bukan DKI

Saya menilai sejauh ini RK adalah salah satu pemimpin muda paling potensial se-Indonesia. Bukan tidak mungkin, suatu saat si akang menjadi salah satu calon RI-1 alias Presiden Indonesia. Dan jika bener kesampaian suatu saat RK jadi presiden, beliau tentunya harus punya skill set dan pengalaman yang lengkap untuk memimpin negara seluas Indonesia. Dan oleh karena itulah, RK perlu track record menjadi gubernur Jawa Barat, bukan DKI. Why, you ask?

Terlepas dari mitos urban bahwa di Bandung RK hanya ngurusin taman dan suka mengabaikan wilayah Bandung pinggiran, kenyataannya ada banyak sekali prestasi lain yang dicapai RK selama memimpin Bandung dalam kurun waktu yang sekarang belum mencapai 3 tahun. Diantaranya:

  • Perbaikan raport kinerja birokrasi dan pelayanan publik (menurut Ombudsman)
  • Penurunan tingkat korupsi (menurut KPK)
  • Perbaikan kebersihan kota hingga dapat Adipura
  • Visi Smart City dengan Bandung Command Center, berbagai aplikasi untuk mempermudah perizinan, pelaporan, dll.
  • Perbaikan infrastruktur jalan dengan Unit Reaksi Cepat, perbaikan gorong-gorong
  • Mendukung gerakan-gerakan sosial seperti Rebo Nyunda, GPS (Gerakan Pungut Sampah), biopori, dll
  • Mendapat dana bantuan internasional dari hasil kunjungan ke berbagai negara

Memang sih, faktanya saat ini masih banyak sekali problem di Bandung seperti macet, masih ada aja banjir, dll, tapi hal-hal di atas tadi buat saya menunjukkan bahwa RK relatif sukses memimpin Bandung, yang secara kultur bisa dibilang cukup urban dan metropolis. Tentunya, cocok juga RK untuk DKI, yang secara kultur agak mirip Bandung tapi lebih urban dan metropolis lagi.

Tapi, harus diingat bahwa, Indonesia bukan hanya Bandung dan Jakarta. Sebagian besar wilayah Indonesia justru sama sekali bukan area metro seperti Bandung dan Jakarta (dan Surabaya dan Medan). Masih sangat banyak sekali hutan, desa, kampung yang orangnya jarang, area pertambangan, area yang sarana pendidikan dan kesehatan dan teknologinya tertinggal, dan area-area yang pokonya ga metropolis pisan.

Kalau RK mau jadi presiden, alih-alih menjajal skill dengan menangani Jakarta – yang cuma kaya Bandung tapi lebih kompleks, akan jauh lebih bermanfaat bagi si akang dan bagi kita semua jika RK ditempa dengan menjadi gubernur Jawa Barat. Dengan menjadi gubernur Jabar, RK akan menghadapi tantangan bagaimana memajukan kabupaten yang areanya luas tapi ada spot-spot yang jarang banget ada orang seperti Garut, daerah pesisir seperti Pantura, daerah yang masih perkampungan dan sarprasnya sangat kurang, daerah yang ada banyak raja-raja kecil yang memperkaya diri sendiri terus, dll.

Jika RK berhasil mengatasi tantangan memajukan semua daerah di Jawa Barat secara merata (dan mewujudkan visi Jawa Barat menjadi provinsi termaju 2025), RK akan punya bekel yang cukup untuk memimpin Indonesia. Beliau akan jadi tokoh yang sangat komplet, tahu bagaimana menjalin hubungan internasional, menyenangkan masyarakat urban, dan memajukan daerah tertinggal.

2. DKI Ga Butuh-Butuh Amat Sama RK

Melihat bursa cagub DKI yang beredar, ada banyak calon yang kualitasnya mumpuni. Ada Sandiaga Uno, pengusaha muda sukses dan smart. Ada Yusril Ihza, sang maestro hukum Indonesia. Dan masih ada Ahok, yang terlepas dari 3-4 hal yang saya ga suka dari kepemimpinannya selama ini, overall Ahok sejauh ini cukup oke kok memimpin Jakarta menurut saya.

Meskipun tanpa RK, rasanya Jakarta akan baik-baik aja selama gubernurnya bukan Ahmad Dhani atau Farhat Abbas.

3. RK Masih Harus Membuktikan Diri

Seperti saya tulis di atas, faktanya saat ini di Bandung masih banyak terdapat masalah. Dalam beberapa kesempatan, RK mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena memang programnya beliau ya untuk 5 tahun. Oleh karena itu, saya pikir RK masih harus menjalankan dulu 5 tahun programnya di Bandung, sehingga nanti setelah 5 tahun masyarakat bisa menilai apakah RK tipe pemimpin yang bisa membuktikan ucapannya, atau tipe yang terkesan bagus dalam berproses tapi ternyata hasil akhirnya ga ada.

Saya sih berharap masyarakat kita bisa belajar dari pengalaman memilih seseorang yang sebenarnya belum benar-benar terbukti dan masih dalam proses pembelajaran baru 2 tahun memimpin, tapi sudah dikarbit ke posisi leadership yang lebih tinggi lagi karena euforia massa.

Semoga DKI mendapat gubernur yang terbaik tahun depan, dan Kang Ridwan Kamil juga mampu menjalankan amanah apa pun yang akan beliau emban dalam perjalanan hidupnya kelak dengan baik.

*Disclaimer: tulisan ini sangat mungkin terasa bias, karena saya memang nge-fans sama kang RK haha🙂

2 thoughts on “Kenapa DKI-1 Bukan Untuk Ridwan Kamil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s