Review: A Monster Calls

a monster calls

A Monster Calls, atau Panggilan Sang Monster, adalah novel yang bikin nyesek. Bukan nyesek karena nyesel beli novel tipis seharga 88,000 rupiah, tapi emang karena ceritanya yang kelam dan bikin sedih.

Pas baca awal-awal, saya langsung underestimate pas tahu tokoh utamanya anak usia 13 tahun. Pikir saya, “Jyaah monster, tokohnya usia 13 tahun, bacaan bocah ini mah paling.” Tapi ternyata eh ternyata, I was so wrong.

Buku ini menceritakan tentang sebatang monster yang datang untuk Conor, sang tokoh utama. Conor menghadapi berbagai masalah dalam hidupnya, mulai dari bully di sekolah, masalah pertemanan, ayah yang sudah menikah lagi dengan wanita lain dan pindah ke Amerika, dan ibu yang mengidap penyakit parah. Sang monster datang untuk menceritakan tiga kisah pada Conor, dan meminta kisah keempat dari Conor. Kisah-kisah sang monster, akan membantu Conor untuk berdamai dengan kenyataan.

Kisah adalah sesuatu yang paling liar. Kisah itu mengejar, menggigit, dan memburu. Kemudian begitu aku menyelesaikan tiga kisahku, kau akan menyampaikan kisah keempat. Kau akan menyampaikan kisah keempat, dan itu akan menjadi kebenaran. Bukan sembarang kebenaran. Kebenaranmu.

Buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi-ilustrasi yang kelam tapi bagus, menjadikan buku ini a complete beautiful package. Ohya, buku ini juga akan difilmkan dan rencana rilis filmnya Oktober 2016, udah ada infonya di IMDB.

Final verdict: recommended pisan.

2 thoughts on “Review: A Monster Calls

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s