Komunisme dan Sosialisme 101

Belakangan, istilah komunis mulai sering terdengar lagi. Di portal berita online, socmed, grup whatsapp, ada aja topik komunis nyelip-nyelip. Padahal, mungkin belum banyak yang ngeh komunisme itu sebenernya paham macam apa. Jadi, saya mau coba share pengetahuan saya yang terbatas, mohon ditambahkan dan dikoreksi semua kurangnya. Please note bahwa tulisan ini kemungkinan besar sangat menggeneralisir.

Kapitalisme

Kalau mau membahas komunisme, saya pikir harus mulainya dari kapitalisme dulu. Pada dasarnya, kapitalisme adalah paham dimana sumber daya ekonomi (pabrik, lahan, dll) bisa dimiliki oleh swasta, baik dalam bentuk perorangan atau perkumpulan (perusahaan, dll). Pemilik sumber daya ekonomi memiliki kemerdekaan untuk melakukan tindakan ekonomi untuk mencari profit, dan harga barang ditentukan lewat mekanisme supply-demand pasar.

Komunisme

Digagas oleh Karl Marx, komunisme adalah anti-tesis terhadap paham kapitalisme. Dalam pandangan komunisme, paham kapitalisme menciptakan 2 kelas di masyarakat: borjuis (kelas pemilik modal yang menguasai sumber produksi) dan proletar (kelas pekerja). Singkatnya, keadaan ini dianggap tidak adil karena kaum borjuis lebih diuntungkan secara ekonomi dan dapat mengeksploitasi kaum proletar.

Pada paham komunisme, semua orang setara, semua sumber ekonomi dimiliki bersama oleh masyarakat. Tidak ada uang, tidak ada negara, tidak ada kelas dalam masyarakat. Semua kegiatan produksi dan distribusi ekonomi dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar bersama, bukan untuk mengejar profit perorangan/kelompok tertentu.

Jika seseorang bekerja lebih banyak (lembur, dll), jatah yang ia dapat dari masyarakat akan segitu-segitu juga dan sama dengan jatah yang didapatkan orang yang tidak bekerja/bekerja lebih sedikit. Pada paham komunisme, masyarakat lebih penting dari individu.

Marxisme

Sejauh yang saya tahu, marxisme adalah sekedar nama lain dari komunisme.

Sosialisme

Sosialisme adalah kondisi perantara dari masyarakat kapitalis yang hendak menjadi masyarakat komunis. Pada paham sosialisme, kaum proletar bersatu menjadi satu kesatuan melakukan revolusi agar masyarakat meninggalkan paham kapitalisme dan beralih ke sosialisme untuk menuju ke komunisme.

Sebagai kondisi perantara, semua aset produksi yang semula dikuasai swasta akan diserahkan ke 1 pemilik tunggal: negara. Negara lalu mengatur pembagian kerja dan pembagian jatah pemenuhan kebutuhan dasar tiap-tiap orang di masyarakat.

Idenya, kalau nanti semua sudah berjalan baik, lama-lama negara akan membubarkan diri sendiri dan semua diatur langsung secara bersama oleh masyarakat dan tercapailah komunisme.

Leninisme

Leninisme adalah suatu bentuk dari sosialisme. Bedanya, pada paham leninisme, kaum proletar dianggap tidak akan pernah mencapai kesadaran mengenai pentingnya komunisme, dan oleh karenanya revolusi yang digagas kaum proletar tidak akan pernah terjadi. Oleh sebab itu, dibutuhkan para pelopor dari kaum proletar yang telah tercerahkan untuk memimpin revolusi.

Kaum proletar yang tercerahkan ini bergabung membentuk partai dan melakukan revolusi untuk merebut kekuasaan. Contohnya adalah revolusi di Rusia pada 1917 yang dipimpin Lenin (makanya nama pahamnya Leninisme). Setelah kekuasaan tercapai, partai ini akan memainkan peran negara di konsep sosialisme: sebagai pemilik aset dan pendistribusi jatah ekonomi.

PKI

Sejauh yang saya tahu, PKI adalah sejenis Leninisme. G30S PKI mungkin adalah usaha revolusi PKI yang gagal.

Demokrasi Sosial

Ada lagi yang namanya demokrasi sosial. Saya rasa pada dasarnya ini adalah paham sosialisme yang lebih halus. Ada dua perbedaan demokrasi sosial dengan sosialisme murni.

Pertama, demokrasi sosial menghendaki transisi dari kapitalisme secara evolusioner dan damai, tidak seperti sosialisme yang membutuhkan revolusi.

Kedua, meski pada paham ini  negara bisa melakukan intervensi sosial dan ekonomi untuk menjamin kesejahteraan bersama masyarakat (misal melalui pajak yang tinggi), pada dasarnya kerangka paham ini masih tetap kapitalisme. Paham ini banyak diadopsi oleh negara-negara tajir di Skandinavia (Denmark, Norwegia, Swedia, dll).

 

Komunisme dan Agama

Somehow, orang-orang kadang suka mengaitkan komunisme dengan atheisme, seolah-olah seorang komunis sudah pasti atheis. Kenyataannya, tidak sesederhana itu.

Karl Marx pernah berujar, “Agama adalah candu.” Bagi Marx, agama adalah pelarian bagi kaum proletar dari beratnya kehidupan. Jika kebahagiaan bersama telah tercapai, agama tidak diperlukan lagi.

Tapi, tidak semua penganut komunisme beranggapan sama. Banyak orang yang beriman dan sungguh-sungguh mempercayai adanya Tuhan, tapi di sisi lain juga setuju dengan paham komunisme dimana semua orang harus memiliki keadaan ekonomi yang sama rata tanpa perbedaan kelas.

Sebagai penutup tulisan, ini link artikel menarik dari Tirto tentang haji-haji komunis. Cekidot: Para Haji di Persimpangan Kiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s