Test Drive Toilet Premium

Hai blog, lama tak jumpa! So many things I want to wrote but lately I just can’t find time to write. Kayanya harus belajar banyak dari gaya blognya Pak Budi Rahardjo, pendek dan simpel aja kalau posting teh biar lebih produktif.

Anyway, sekitar 2 minggu lalu saya main ke mall Lippo Karawaci, dan di sana, ada sesuatu yang menarik perhatian saya.

IMG_20170423_162431

Wow, toilet premium! Masuknya aja 7500 perak, yang mana kalau di Bandung udah cukup buat beli nasi sepiring + telor + tempe + perkedel, dan masih dapat kembalian 500 perak. Saya langsung penasaran dong, ini toilet premium karena apa ya? Apa klosetnya modern dan futuristik jadi bisa ‘ee sambil tiduran? Atau dudukan klosetnya empuk berasa duduk di NMAX? Atau di bilik jamban ada hiburan blockbuster movie 1080p + free wifi biar betah di toilet? Atau mungkin di toiletnya dikasih free pepaya / pisang untuk melancarkan pencernaan?

Dengan harapan yang membumbung, saya melangkah pasti masuk ke toilet ini. Kapan lagi coba ada kesempatan merasakan kemewahan dengan modal 7500 perak saja? Walau cuma kemewahan toilet tapi lumayan kan.

Begitu masuk, ternyata saya disambut lorong dulu, ga langsung keliatan toiletnya.

IMG_20170423_162439

Mungkin karena premium, jadi tempatnya juga harus private, supaya kesucian penampakan toilet terjaga dari tatapan para pencari toilet gratisan. Akhirnya, setelah melalui beberapa tikungan, mulai keliatan penampakan toiletnya.

IMG_20170423_163123.jpg

Saya disambut dengan plang mohon antri meskipun ga ada antrian ke toiletnya. Selain itu, ada mas-mas penjaga toiletnya yang necis dan tampak ceria menjalankan tugasnya, ga kaya penjaga toilet rest area yang suka pasang tampang madesu. Di mas-mas inilah saya beli tiket masuk toiletnya.

IMG_20170423_162927.jpg

Setelah bayar 7500 perak, saya dikasih lembaran tiket kaya gitu. Penandanya cuma tiket aja, ga ada cap di tangan atau gelang khusus dengan barcode, tapi yaa okelah. Selain itu, ternyata saya cuma dikasih tiket itu aja, ga ada tambahan souvenir atau apa lah. Tapi tiketnya ga disobek dan ga dikasih tanggal, jadi ga tau yah itu tiket mungkin bisa dipake ulang kalau ga ketauan.

IMG_20170423_163028

Lewat dari pembayaran, saya disambut plang mengkilap bertuliskan selamat datang. Lalu masuk area toilet cowok, mulai berjajar wastafel-wastafel dan urinoar.

IMG_20170423_163019.jpg

Saya rada kecewa sih, soalnya tampak biasa aja. Ga beda jauh dengan, katakanlah, toilet di premium lounge XXI yang mana kita bisa kesana gratis (asal beli tiket nonton premium). Kerannya cuma 1, ga ada keran air anget dan air dingin, dan kayanya airnya ga bisa diminum juga. Cerminnya juga biasa aja menampilkan saya gendut apa adanya, ga bikin saya jadi tampak lebih ganteng atau gimana gitu.

Anyway, di area ini ga bisa banyak foto-foto, ada bapak petugasnya yang ga berhenti bersih-bersih terus dari sejak saya datang sampe saya keluar lagi. Ga enak, ketauan banget saya udiknya hahahaha. Jadi, masuklah saya ke area inti, area bilik toilet.

IMG_20170423_162614.jpg

Dan, tada! Inilah toilet premium. Biliknya kecil, ga ada layar touchscreen untuk nonton film HD, klosetnya pun tampak biasa aja. Ga tampak dudukan atau bantalan apalah yang bikin empuk, dan juga keliatannya ga bisa dipake sambil tiduran. Tapi tunggu dulu, saya nengok kanan dan melihat ada plang begini ini:

IMG_20170423_162625.jpg

Sepertinya klosetnya agak canggih, tulisannya ada custom cleanse, heated seat, deodorizer, dan dryer. Walau sepertinya yang bisa dipake langsung sama user pengguna toilet cuma custom cleanse dan heated seat, semangat saya test drive toilet premium jadi bangkit lagi.

Saya pun mencoba duduk, dan ternyata… Custom cleanse nya ga terasa ada bedanya dengan semprotan cebok kloset toilet biasa, dan adjustable heated seat nya ga ketemu gimana cara ngaturnya, dingin aja rasanya duduk di klosetnya. Mana habis berdiri masih harus mencet tombol flush manual ga otomatis nyiram. Ah sedih lah pokonya mah. Ya kalau dibanding sama toilet terminal Leuwi Panjang mah jauh lebih bagus sih, tapi untuk ukuran toilet dengan tiket masuk 7500 perak mah berasa biasa banget. Jauh banget sama angan-angan ngerasain pengalaman make marquee toilet.

Untuk menuntaskan test drive toilet premium kali ini, sebelum pulang saya nyempetin pergi ke toilet biasa yang gratis untuk benchmarking.

IMG_20170423_191843.jpg

Dan, rupanya beginilah toilet biasa. Hampir ga ada bedanya dengan yang premium, kecuali biliknya sedikit lebih kecil, lampunya warna putih jadi ga terkesan wah, dan ada orang entah siapa yang buang tisu ke kloset padahal sebelahnya tong sampah. Sedangkan fasilitas lainnya sama lah, klosetnya, tong sampahnya, ga kalah dengan toilet premium.

Verdict

Pengadaan toilet premium ini lebih terasa sebagai gimmick semata. Dengan nama dan harga yang premium, kenyataannya pengalaman menggunakan toilet yang didapat tidaklah spesial. Mungkin ceritanya akan lain kalau suatu saat ada toilet Pertamax. Garing ya? Harap sabar, ini ujian.

Iklan

One thought on “Test Drive Toilet Premium

  1. YA ALLAH DI JEKARDAH SANA ADA YANG BEGINIAN? Supaya apa ya? Hahaha. Btw ya, btw ini mah, di bandung 7.500 bisa dapet lebih dari itu tau kang. Depan kampus ku dulu, makan nasi padang bisa 4000 doang masa. Isinya nasi, telor sama terong balado, bonus bumbu nambru tea hahahahahaha :)) *jol curhat*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s