10 Mitos Tentang Orang Introvert
Tulisan ini adalah terjemahan bebas saya dari artikel asli di blog Owl City, tepatnya di:
http://owlcityblog.com/2011/06/27/10-myths-about-introverts/
Aku baru-baru ini tak sengaja menemukan sebuah blog yang ditulis oleh Carl King tentang fenomena yang dikenal sebagai manusia introvert dan blog itu membunyikan sebuah akord mayor di diriku. Setiap membaca satu poin, aku merasa ingin berdiri dan berteriak “YESSSSSSSSS!” sekeras-kerasnya dari paru-paruku karena poin-poin ini (yang dibuat oleh penulis Marti Laney, Psy.D) benar-benar tepat seperti sebuah home run. Sebagai seorang introvert yang ekstrim, blog ini seperti buah-buahan manis dari surga.
Aku cukup beruntung untuk menemukan sebuah buku berjudul The Introvert Advantage (How To Thrive in an Extrovert World), oleh Marti Laney, Psy.D. Rasanya seperti seseorang telah menulis sebuah entri ensiklopedi mengenai ras langka manusia yang aku termasuk di dalamnya. Buku itu tidak hanya menjelaskan banyak eksentrisitasku, ia juga membantuku untuk mendefinisikan kembali seluruh hidupku dalam konteks yang baru dan positif.
Tentu, siapa pun yang mengenalku akan mengatakan, “Duh! Mengapa begitu lama untuk menyadari Anda adalah seorang Introvert?” Hal ini tidak sesederhana itu. Masalahnya adalah melabeli seseorang sebagai Introvert adalah sebuah penilaian yang sangat dangkal dan penuh kesalahpahaman umum. Ini lebih kompleks dari sekedar menyadari aku adalah seorang introvert. (Karena Carl King berbicara begitu, pastilah ini benar)
Satu bagian dari buku Laney memetakan otak manusia dan menjelaskan bagaimana neuro-transmitter mengikuti jalan dominan yang berbeda dalam sistem saraf orang introvert dan ekstrovert. Jika ilmu di balik buku ini benar, ternyata introvert adalah orang yang terlalu sensitif terhadap Dopamine, sehingga terlalu banyak rangsangan eksternal melelahkan mereka. Sebaliknya, ekstrovert seolah selalu kekurangan Dopamine, dan mereka membutuhkan Adrenalin agar otak mereka menciptakan Dopamine. Ekstrovert juga memiliki jalur yang lebih pendek dan aliran darah yang lebih sedikit ke otak. Pesan-pesan dari sistem saraf seorang ekstrovert sebagian besar memotong area Broca pada lobus frontal, tempat dimana sebagian besar kontemplasi terjadi.
Sayangnya, menurut buku itu, jumlah orang yang introvert hanya sekitar 25% dari total manusia. Bahkan jumlah orang yang introvert ekstrem sepertiku lebih sedikit lagi. Hal ini menyebabkan banyak kesalahpahaman, karena masyarakat tidak memiliki pengalaman yang cukup dengan orang-orang sepertiku. (Aku senang bisa mengatakan ini.)
Upgrade PHP di Linux
Okay, jadi kali ini begini kasusnya. Saya ada sebuah web server yang running Linux dengan distro ga jelas apaan (udah pake cat /proc/version, uname -ar, atau pun ngubek-ngubek isi /etc, tetep ga jelas ini distro nya apa), tapi yang jelas dia Red Hat based. Di webserver ini, engine yang digunakan adalah Apache dengan PHP masih versi 5.1.6 dan modul PHP SOAP tidak ada. Sekarang problemnya, saya butuh PHP di web server ini untuk bisa bekerja dengan SOAP. Jadi, saya akan mengaktifkan modul PHP untuk extension SOAP sekalian mengupgrade versi PHP nya. Lalu, setelah berjuang selama 2 hari -oh yeah sy emang kinda total dummy di Linux-, saya dapet juga step-step yang perlu dilakukan untuk mengupgrade instalasi PHP eksisting di server Linux.
1. Install httpd-devel
Kalau-kalau belum ada sebelumnya, install package httpd-devel dengan command: yum install httpd-devel. httpd-devel ini package untuk development Apache, gunanya nanti dia akan menginstall apxs (entah apa apxs ini) yang akan menjadikan PHP yang terinstall sifatnya dinamis sehingga kita bisa menambah modul PHP tanpa perlu mengcompile ulang Apache.
2. Download versi PHP terbaru
Login sebagai root. Download tarball terbaru dari PHP.net. Saya download versi 5.3.8, dan milih mirror yang di Indonesia. Terus kalo sy mah tarballnya di-extract di folder /root/installer yang emang sy jadiin tempat nampung berbagai installer.
su -
cd /root/installer/
wget http://id.php.net/get/php-5.3.8.tar.gz/from/this/mirror
tar xfvz php-5.3.8.tar.gz
3. Configure PHP sesuai kebutuhan
Sekarang masuk ke folder tempat PHP nya tadi di-ekstrak. Lalu gunakan script configure dengan semua opsi yang dibutuhkan. Kalau ga tau opsi yang dibutuhkan apa aja, samain aja dengan konfigurasi eksisting. Gimana cara taunya konfigurasi eksisting? Bikin file php yang isinya cuma:
<?php phpinfo(); ?>
Akses file PHP tersebut dari browser, copy paste mentah-mentah isi dari bagian Configure Command. Kalau ada modul tambahan yang mau ditambahin yang ga ada di konfigurasi eksisting, tinggal tambahin aja, contohnya saya kan mau bikin agar PHP nya kenal sama SOAP, di ujung bagian configure nya saya tambahin –enable-soap. Contoh command akhirnya jadi kaya gini:
./configure --with-mysql --with-apxs2=/usr/sbin/apxs --enable-soap (sebenernya yang saya jauh-jauh-jauh lebih panjang tapi sy potong aja biar singkat). Btw, kalau pas di tahap ini gagal di configure misalnya karena modul untuk extension blablabla not found, buang aja extensionnya dari command configure ini kalo emang yakin modul yang bikin gagalnya ga akan kepake.
4. Install dan restart httpd
Terakhir, buat binaries utk PHP dengan konfigurasi tadi dan install, lalu restart service httpd nya.
make
make install
service httpd restart
Dannn, voila! Sekarang PHP di web server saya udah terupgrade jadi versi terbaru dan modul extension untuk SOAP yang saya butuhkan pun sudah terinstall. Semoga membantu kalo-kalo ada yang terjebak dalam situasi yang sama ky saya kemarin dan kebingungan.
Mengatasi Problem Starting Oracle di Windows
Ketika tadi saya mau menstart service Oracle di laptop saya via services.msc di Windows 7, saya dapet pesan error begini:
Windows could not start OracleDbConsoleRSDEVDB on Local Computer. If this is a non-Microsoft service, contact the service vendor, and refer the service specific error code 2
Diapa-apain laptopnya ga ngefek, termasuk restart laptop pun ga ngefek. Hasil googling sebentar, ternyata ini adalah masalah aneh dari Oracle, dimana kalau Oracle diinstall dalam keadaan offline (ga konek kemana-mana), service Oracle harus distart dalam keadaan offline juga. Tapi, kalau Oracle diinstall dalam keadaan online konek ke suatu active network, Oracle harus distart dalam keadaan komputernya konek ke active network tsb. Tapi, setelah service Oracle nya sukses distart, ga masalah apakah komputernya terhubung ke suatu network atau tidak, Oracle instance akan tetap dapat diakses.
Jadi, tadi akhirnya saya matiin semua koneksi WiFi di laptop, kabel LAN dicabut, dan coba lagi start service Oracle di laptop. Voila, semuanya berjalan sukses, lancar, dan service Oracle di laptop sy bisa Up.
Mengupload File Berukuran Besar Dengan PHP
Difficulty Level: Novice
Prerequisite Knowledge: Uploading File With PHP
Pada tulisan kali ini, saya tidak akan membahas teknik mengupload file dengan menggunakan HTML dan PHP dari nol, sudah banyak tulisan yang menjelaskan hal itu. Yang akan saya bahas adalah bagaimana mengatasi limitasi dari pengaturan instalasi standar PHP ketika mengupload file.
Pada instalasi standar, biasanya ukuran file yang bisa dibolehkan untuk di-upload adalah 2MB, sementara limit waktu eksekusi script PHP dan limit waktu membaca input dari user biasanya terbatas maksimal masing-masing 60 dan 30 detik. Limit ini sering tidak cukup, karena saat ini semakin banyak file yang berukuran besar, selain itu, karena kecepatan upload biasanya jauh lebih rendah dari download, waktu membaca input dari user yang terbatas hanya 30 detik pun biasanya tidak cukup. Contoh: jika file yang mau di-upload berukuran 1 MB dan kecepatan upload hanya 10 kbps, maka untuk mengupload file tersebut dibutuhkan waktu 100 detik, yang mana itu telah melewati batas waktu eksekusi script untuk upload dan proses upload file dipastikan akan gagal.
Untuk mengatasi hal ini, kita tentunya harus meningkatkan ukuran file yang boleh diupload dan menambahkan limit waktu yang diizinkan untuk eksekusi script. Untuk mewujudkannya, ada 2 hal yang dapat dilakukan:
- Mengubah php.ini dan merestart Apache
- Mengubah konfigurasi PHP khusus untuk file yang menghandle upload file. Pada tulisan ini, teknik no. 2 ini lah yang akan dibahas
Untuk mengubah konfigurasi PHP pada file-file yang menghandle proses upload, cukup tambahkan 4 baris berikut di baris paling atas (bahkan di atas include, require, dll):
ini_set('upload_max_filesize', '10M');
ini_set('post_max_size', '10M');
ini_set('max_input_time', 600);
ini_set('max_execution_time', 600);
Penjelasan: 2 baris pertama di atas bertujuan untuk meningkatkan ukuran file yang bisa di-upload, pada contoh ini misalnya saya tingkatkan menjadi 10 MB. 2 baris terakhir bertujuan untuk meningkatkan limit waktu untuk membaca input dan mengeksekusi script menjadi 600 detik. Silakan ganti-ganti nilai parameter di atas sesuai kebutuhan. Script di atas sudah saya coba dan sukses dengan baik.
Tambahan: hasil baca-baca di internet, teknik di atas mungkin tidak berfungsi jika ukuran file yang di-uploadnya sudah berorde GB. Jika aplikasi berbasis PHP yang dibangun harus mampu menerima upload file dalam orde GB keatas, gunakan teknik lain (tapi saya belum tahu teknik lainnya apa waktu nulis ini
)
Demi Waktu
Tulisan ini adalah serapan saya atas khotbah jum’at di mesjid ICON+ Gandul 25 November 2011. Kalau ada yang salah di tulisan di bawah, mohon dibantu meluruskan.
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Kapan Bisa Lupa Mantan?
Dalam menjalani hubungan percintaan, tak selamanya segalanya mulus sesuai harapan dan keinginan. Kadang kisah cinta yang dibina harus berakhir tragis dengan perpisahan. Setiap perpisahan yang terjadi, biasanya menyisakan rasa sakit hati dan stabilitas, terlepas dari siapa pihak yang memutuskan. Tidak hanya itu, tidur pun menjadi tak lelap, makan tak enak, apalagi kalau duit tak ada. Bumi serasa tak lagi berputar, hari esok tak lagi ada.
Akan tetapi, benarlah kata sebuah pepatah bijak: Time will heals. Waktu akan menyembuhkan segalanya. Sesakit apa pun rasa yang diderita, lama-lama akan sembuh jua. Bersama hari-hari yang berlalu, mentari akan memudarkan kenangan manis, hujan akan menghapus kenangan pahit bersama sang mantan. Pertanyaannya, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melupakan mantan?
Hal ini tergantung dari 2 hal: berapa lama Anda menjalin kisah kasih dengan si dia, dan si dia adalah pasangan keberapa yang pernah Anda miliki. Selanjutnya, Anda bisa menghitung kapan Anda akan dapat melupakan mantan dengan rumus berikut:
Waktu untuk lupa = Koefisien gagal x lama berhubungan;
Dimana nilai koefisien gagal adalah sbb:
Jika ini adalah pacar/pasangan pertama yg pernah Anda punya: 2,4
Pacar/pasangan kedua: 1,8
Pacar/pasangan ketiga: 1,5
Pacar/pasangan keempat: 1,3
Pacar/pasangan kelima dan seterusnya: 1,2
Jadi, sebagai contoh, misalnya Anda baru saja putus dengan pasangan kedua Anda dan Anda menjalani hubungan selama 22 bulan, maka Anda akan dapat melupakan sang mantan dalam: 39,6 bulan alias sekitar 3 tahun 4 bulan. Waktu yang cukup lama bukan? Oleh karena itu, pesan saya, kalau punya pasangan usahakanlah jangan putus karena waktu yang dibutuhkan untuk melupakannya akan lebih lama daripada waktu menjalin hubungannya
Tulus – Tulus (2011)
Di suatu sore beberapa minggu yang lalu, ga sengaja sy denger lirik lagu begini di radio: “Engkau lupakan aku, semua usahaku, semua pagi kita, semua malam kita… Tak akan lagi kumenunggumu di depan pintu, dan tak ada lagi tutur manis kumerayumu” dinyanyikan dalam balutan easy listening jazz (oh well, sy emang ga bisa ngebedain genre musik, yg jelas gitu lah maksud sy, jazz tapi ringan kaya pop). Liriknya yg seperti itu sontak menangkap perhatian sy, karena mendadak mengingatkan sy sama kenangan lama, sama seseorang yang kerasanya udh melupakan sy, sm semua pagi dan malam yg kami lalui bersama, sama hari-hari dimana tiap pagi sy nunggu di atas motor depan kosan dy nunggu dia keluar dengan ceria. Haha jd mellow, kebiasaan nih suka curcol di awal posting.
Malemnya, sy langsung googling nyari tau itu lagu apaan, which turns out to be lagu Tulus – Sewindu. Asalnya sy bingung judul lagunya sewindu atau tulus, later pas akhirnya dapat dengerin lagunya dari awal baru ngeh sy bahwa Tulus itu nama penyanyinya dan Sewindu itu judul lagunya. Berkali-kali dengerin lagu ini di radio, membuat sy jatuh hati sm lagu ini, dan sy pun nyari donlot gratisan lagunya. Tapiii, dicari berkali-kali, berhari-hari dimana-mana, ga ketemu donlotnya lagu ini dimana haha (pas sy nulis posting ini udh dapet sih download gratisnya).
Terus, entah gimana ceritanya, tiba-tiba sy tersadarkan sesuatu: hello, gue udah 1,5 taun gawe, punya gaji, punya duit, kelakuannya kok masih ky mahasiswa aja hobinya cari gratisan en bajakan?! Klo dulu mah bs dimaklum karena jangankan beli lagu, beli bensin aja yg notabene emang butuh artinya adalah ga ada duit untuk beli makan siang, lah sekarang kenapa ga beli aja CD albumnya kalo emang suka, sekalian ngasih harapan ke industri musik dalam negeri? Tapi sy masih ragu untuk beli albumnya, karena takutnya cuma 1 lagu aja yg enak.
Sampai akhirnya, datanglah pencerahan yang dinanti-nanti. Salah seorang penyiar di radio Ardan bandung (sy lupa siapa yg ngomong) bilang, dy udah dengerin semua lagu di albumnya, dan semuanya bagus! Merasa teryakinkan, sy pun akhirnya beli album Tulus yang judulnya Tulus ini. Beli lagu original pertama dalam 7 tahun terakhir, kalo ga salah terakhir kali beli lagu asli (beli kaset asli) itu pas kelas 2 SMA
Lalu, benarkah semua lagunya oke? Find my review below:
